Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Jukung Nelayan Terbalik Dihantam Gelombang di Selat Bali
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sebuah jukung nelayan asal Banyuwangi Jawa Timur mengalami kecelakaan lantaran dihantam gelombang pada Kamis (02/09/2021).
Akibatnya katir jukung milik nelayan Moch Fauzil Adin (20) dan Ayun (23) dan terbalik di selat Bali. Namun keduanya berhasil diselamatkan oleh oleh nelayan lainnya hingga ke daratan Pantai Samiana Kelurahan Gilimanuk Jembrana.
Sejak beberapa bulan terakhir cuaca buruk kerap terjadi di perairan selat Bali, sehingga sejumlah kejadian yang menimpa beberapa nelayan di pesisir Jembrana.
Koordinator Pos SAR Negara Dewa Putu Hendri Gunawan membenarkan kejadian itu. Dari keterangan korban, saat itu mereka berdua hendak mencoba jukung dari Banyuwangi.
"Karena cuaca tidak mendukung, jukung diterjang ombak besar sehingga katirnya patah dan terbalik," ujarnya.
Dewa Hendri menambahkan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 14.00 WITA. Lokasinya berada di Perairan Selat Bali, alur pelayaran dengan koordinat E 144°25"19.66' S 8°9°23"64'. Kemudian selanjutnya, jukung itu ditarik oleh teman nelayan lainnya Edy Santoso yang membawa jukung yang lebih besar sampai di perairan Samiana, Kelurahan Gilimanuk.
Sekitar pukul 15.30 WITA, jukung yang sudah ditarik sampai perairan Samiana dibawa kembali ke Banyuwangi dengan cara dinaikkan ke Jukung yang lebih besar. Untuk korban semuanya selamat," tutup Hendri.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1528 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1149 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 999 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 881 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah