Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Jumlah Korban Kapal Tenggelam Bertambah, Jadi 18 WNI Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sedikitnya 18 warga negara Indonesia tenggelam di lepas pantai selatan semenanjung Malaysia setelah kapal yang mereka naiki terbalik.
Badan Penegakan Maritim (MMEA) dan Angkatan Laut Malaysia mengatakan 25 orang dinyatakan hilang. Pihak berwenang juga mengungkapkan 14 orang selamat dan kapal itu ditemukan di sebuah pantai di Tanjung Balau, Johor, Malaysia.
MMEA mengatakan kapal itu terbalik sekitar pukul 04.30 pagi waktu setempat pada hari Rabu (15/12/2021) di lepas pantai negara bagian Johor tersebut.
Lokasi tersebut berbatasan dengan Singapura dan terletak di seberang Selat Malaka, salah satu jalur perdagangan maritim tersibuk di dunia.
"Perahu itu diyakini melakukan perjalanan dari Indonesia dan terbalik setelah dihantam gelombang kuat," kata wakil direktur operasi maritim Johor Kapten Simon Templer Lo Ak Tusa.
MMEA juga mengungkapkan, semua orang yang ada di kapal tersebut diketahui sebagai warga negara Indonesia.
Kecelakaan itu adalah yang terbaru dalam serangkaian bencana yang tercatat di perairan antara Indonesia dan Malaysia dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Penjaga Pantai Malaysia Laksamana Mohamad Zubil Mat Som mengucapkan duka cita atas insiden tersebut.
"Kami sangat menyesalkan tragedi mematikan ini," kata Mohamad Zubil dikutip dari AFP. Dia juga mendesak para migran untuk tidak memasuki Malaysia secara ilegal.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1612 Kali
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1477 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1218 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1062 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah