Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kala Membangun, Masyarakat Agraris Berlandaskan Semangat Gotong Royong

Jumat, 6 Juli 2018, 23:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Beritabali.com,Tabanan. Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengatakan bahwa masyarakat Tabanan adalah masyarakat agraris, di dalam membangun pasti berlandaskan semangat gotong-royong dan itu merupakan hal yang sangat luar biasa.
 
[pilihan-redaksi]
"Perlu saya sampaikan, mayoritas masyarakat titiang adalah masyarakat agraris. Ritatkala ngewangun, pasti atas semangat gotong royong. Itu yang membuat Saya semangat turun ke masyarakat. Karena hal ini sangat luar biasa dan sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Tabanan yakni menuju Tabanan yang Serasi," jelasnya saat menghadiri Ngaben Masal di DP. Berteh, Desa Perean Tengah, Baturiti, Jumat, (6/7) kemarin.
 
Sanjaya juga menjelaskan bahwa akhir-akhir ini, Ngaben masal sangat populer di kalangan masyarakat Bali, khususnya di Tabanan. Hal itu menandakan, pemahaman masyarakat tentang Ngaben Massal sudah sangat bagus. Dulu sangat jarang masyarakat melakukan hal seperti ini.
 
"Karena sekarang kehidupan kita bisa dibilang sangat kompleks. Namun kita tetap bisa mempertahankan tradisi, adat dan budaya melalui Ngaben ini. Pemerintah akan selalu mensuport dan mengapresiasi kegiatan yang mengutamakan kelestarian tradisi adat dan budaya kita", jelas Wabup yang akrab disapa Pak Komang tersebut.
 
"Kedepan mari kita bersama-sama, tetap melestarikan tradisi, adat dan budaya yang diwariskan oleh leluhur kita ini", sambungnya.
 
[pilihan-redaksi2]
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Banjar, Banjar Berteh tersebut juga dihadiri oleh Anggota DPR RI asal Marga I Made Urip, Camat Baturiti, Perbekel Perean Tengah, Manggala adat se-Perean Tengah serta tokoh masyarakat setempat.
 
Ngaben Masal (Pitra Yadnya) ini puncaknya dilaksanakan pada hari Minggu, (10/7), mengambil tingkat Upacara Sawa Preteka. Diikuti oleh 21 sawa dan 23 ngelungah, dikenakan biaya masing-masing Rp. 10 juta untuk sawa dan Rp. 2,5 juta untuk ngelungah, jelas Ketua Panitia acara I Wayan Gandra.
 
Dia juga menjelaskan bahwa selain Ngaben Masal juga akan dilaksanakan upacara Manusa Yadnya yakni Metatah Masal pada rahina Tilem, Selasa (12/7) mendatang, jelasnya. (bbn/rlstbn/rob)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami