Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Kapal Kargo Tenggelam, 17 Tewas dan Puluhan Orang Hilang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah kapal kargo tenggelam di lepas pantai timur laut Madagaskar, menewaskan sedikitnya 17 orang dan 68 orang hilang.
Pihak berwenang Madagaskar mengungkapkan jika kapal kargo itu secara ilegal membawa 130 penumpang.
Setidaknya 45 orang telah diselamatkan dari perairan Samudra Hindia, menurut laporan dari Badan Pelabuhan Maritim dan Sungai Madagaskar.
Badan Pelabuhan mengungkapkan jika kapal kargo Francia meninggalkan kota Antanambe, di distrik timur Mananara Utara pada Senin (20/12/2021) dini hari waktu setempat. Kapal itu berlayar ke selatan menuju pelabuhan Soanierana Ivongo.
Direktur jenderal Badan Pelabuhan Maritim dan Sungai Jean Edmond Randrianantenaina mengatakan jika karena terdaftar sebagai kargo, kapal itu tidak berwenang mengangkut penumpang.
Jean Edmond juga mengungkapkan jika kapal tersebut diduga tenggelam setelah lambung kapal berlubang sehingga air bisa masuk.
"Berdasarkan informasi yang berhasil kami kumpulkan, air masuk ke ruang mesin. Air mulai naik dan menelan semua mesin," katanya.
"Kemudian kapal mulai tenggelam. Kami tidak tahu persis pukul berapa air mulai naik, tetapi intervensi kami mulai sekitar pukul 09.00 pagi (waktu setempat)," katanya.
Tiga kapal dari angkatan laut nasional dan badan maritim Madagaskar melanjutkan pencarian korban yang masih dinyatakan hilang.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1609 Kali
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1474 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1215 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1061 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah