Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Karangasem Dikepung Bencana, Warga Diimbau Tingkatkan Mitigasi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Wilayah Karangasem masih dikepung hujan deras dan angin kencang hingga pertengahan Februari 2023.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem memperkirakan kondisi ini masih akan terus terjadi hingga bulan Maret 2023 mendatang.
"Ya diperkirakan hingga bulan maret masih akan berlangsung," ujar Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, Senin (13/2/2023).
Menurut Arimbawa, dampak cuaca ekstrem yang ditimbulkan di Kabupaten Karangasem didominasi pohon tumbang, selain itu juga ada longsor hingga banjir bandang.
Banyaknya kejadian pohon tumbang yang menyebabkan kerusakan bangunan disebabkan beberapa faktor, salah satunya adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat terkait mitigasi bencana di wilayahnya masing-masing.
"Masyarakat kurang antisipasi berupa pemangkasan terutama pohon yang ada di dekat rumah, fasilitas umum maupun Pura, disamping itu banyak warga juga tinggal di tengah perkebunan status tanahnya sebagai pengarap, sehingga susah melakukan penebangan," kata Arimbawa.
Untuk kejadian longsor terutama yang berdampak pada bangunan warga banyak terjadi karena kondisi bangunan yang berada di lereng perbukitan tanpa senderan. Kebanyakan dari warga tersebut mengaku terpaksa tinggal disana karena tidak memiliki lahan yang lainnya lagi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1536 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1158 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1005 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 884 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah