Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Kronologi Turis Arab Saudi Tewas Saat Rafting di Telaga Waja
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sungai Telaga Waja kembali menelan korban jiwa, kali ini seorang wisatawan asal Arab Saudi dinyatakan meninggal dunia saat rafting di alur sungai tersebut pada Sabtu (26/11/2022).
Kapolsek Rendang, Kompol. I Gede Made Punia dikonfirmasi, Minggu (27/11/2022) membenarkan kejadian tersebut.
Dalam kronologisnya, rombongan wisatawan yang berjumlah 6 orang rafting dengan start poin dari BMW Rafting menggunakan dua perahu berikut 3 orang pemandu.
"Korban Baraah Kamilah Alii (43) berada satu perahu dengan suami dan anaknya didampingi oleh 2 orang pemandu," ujar Kompol. Gede Made Punia.
Posisi kejadian berada di sekitar kilometer ke dua dari posisi start point BMW Rafting, Desa Rendang, Karangasem. Saat kejadian perahu yang dinaiki korban terbalik.
Saat perahu terbalik, korban tenggelam dan diduga kepalanya terbentur batu yang ada di dasar sungai sehingga menyebabkan korban meninggal dunia.
"Korban dievakuasi naik dari sungai melalui jalur tanah bita Banjar Langsat, Desa Rendang oleh warga sekitar dan team Medis Puskesmas Rendang, pukul 15.13 WITA jenazah korban tiba di Puskesmas Rendang guna pemeriksaan lebih lanjut, dan dari hasil pemeriksaan luar korban meninggal diperkirakan akibat tenggelam dan benturan yang menyebabkan luka di bagian kepala," imbuh Kapolsek Made Punia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1539 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1161 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1008 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 887 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah