Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 30 Mei 2026
Lagi, Pesta Arak Berujung Penusukan, Kali ini di Gunung Lumut Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali yang dulunya dikenal aman dan tenteram kini dihantui rasa waswas akibat maraknya aksi penusukan yang diduga dipicu pengaruh minuman keras (miras). Bahkan, sejumlah kasus telah menelan korban jiwa.
Sebelumnya, peristiwa penusukan menewaskan Kristoforus Loe Lae (23), pemuda asal Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), di salah satu kamar kos di Jalan Toya Ning 2, Desa Ungasan, Kuta Selatan, pada Rabu 20 Mei 2026 malam.
Kali ini, kejadian serupa kembali terjadi di sebuah kamar kos di Jalan Gunung Lumut Gang Dahlia, Desa Padangsambian Klod, Denpasar Barat, pada Rabu 20 Mei 2026 sekitar pukul 22.25 Wita. Dua orang pemuda yang awalnya mabuk bersama temannya tiba-tiba terlibat perkelahian hingga mengeluarkan pisau.
Peristiwa berdarah ini nyaris merenggut nyawa Yulius Dapa Yora (26), pemuda asal Sumba Tengah, NTT. Korban mengalami luka tusuk di bagian dada setelah berkelahi dengan temannya bernama Robert yang kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Akibat luka tersebut, korban saat ini menjalani perawatan di RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah, Denpasar.
Menurut keterangan Kapolsek Denpasar Barat, Ni Wayan Adnyani Prabawati, keributan bermula dari pesta minuman keras jenis arak yang dilakukan sejumlah penghuni kos.
“Mereka ini minum arak di halaman kos dan kemudian terjadi keributan antara korban dan pelaku (Robert, red),” ungkap Kompol Wayan Adnyani kepada awak media, Kamis 22 Mei 2026.
Sementara dari keterangan saksi, Marten Ngongo (40) dan Abdontius Doku Bani (23), sebelum keributan terjadi mereka bersama beberapa penghuni kos lainnya berkumpul sambil minum arak sejak pukul 21.00 WITA. Namun situasi semakin tidak terkendali setelah korban dan pelaku terlibat cekcok.
"Jadi, saat keributan terjadi, teman-temannya masih melanjutkan minum arak," ungkap saksi.
Insiden penusukan ini terungkap setelah salah seorang penghuni kos, Marten Awang (32), mendengar keributan di luar kamar. Saat keluar, ia mendapati korban sudah tergeletak bersimbah darah dan langsung meminta bantuan pecalang sekitar.
Tak lama kemudian, petugas pecalang datang ke lokasi dan membubarkan para penghuni kos yang masih pesta miras. Pecalang kemudian menghubungi petugas medis PMI Kota Denpasar untuk memeriksa kondisi korban sebelum dibawa ke RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar.
Aparat kepolisian dari Polsek Denpasar Barat juga langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan menusuk korban serta beberapa kapas berisi bercak darah.
“Pelaku masih dalam pengejaran, dan kasus ini masih diselidiki,” tandas Kompol Wayan Adnyani mengakhiri.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2315 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2240 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1645 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1552 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli