Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Lomba Kartun "Mai Mebasa Bali", Total Hadiah Rp20 Juta

Minggu, 4 Juli 2021, 09:40 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Jumpa pers gelaran Lomba Kartun tema

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Yayasan Puri Kauhan Ubud bersama Bog Bog Komunikartun mengadakan Lomba Kartun Strip berbahasa Bali dengan Tema "Mai Mebasa Bali" dimana pengiriman karyanya bisa dilakukan mulai 4 Juli hingga 4 Agustus 2021.

AAGN Ari Dwipayana selaku Tokoh Puri Kauhan Ubud menjelaskan latar belakang kegiatan yakni terdapat 3 pondasi budaya Bali yakni Sastra, bahasa, dan aksara. Saat ini pihaknya sedang melakukan proses konvervasi Sastra dan Aksara, sedangkan bahasa inilah yang menjadi penekanan berikutnya.

Ia mencermati saat ini terjadi krisis bahasa Bali karena menurutnya sekarang orang terutama generasi muda milenial lebih suka bahasa Indonesia dalam pergaulan. Ia menyebut hal itu bisa terjadi dikarenakan adanya tatanan Bahasa Bali yakni mulai Bahasa Bali Alus, Madya, dan Kasar. 

"Unggah ungguh itu yang menyulitkan mungkin bagi generasi sekarang. Jadinya orang lebih suka bahasa Indonesia sebagai pergaulan," katanya saat jumpa pers secara daring, Sabtu (3/7/2021) di Denpasar.

Berikutnya, selain krisis bahasa Bali, ia melihat adanya fenomena hilangnya dialek khas lokal masing-masing daerah di Bali yang diduga karena penyeragaman standar bahasa Bali. Menurutnya, sayang jika dialek yang khas masing-masing daerah di Bali seperti Klungkung, Buleleng, Negara hilang karena sesungguhnya itu ciri kekayaan budaya Bali.

"Kami mendorong keanekaragaman dialek lokal itu kembali dimunculkan sebagai keanekaragaman dan kekayaan budaya Bali," sebut pria yang juga Staf Khusus Presiden RI Joko Widodo ini. 

Maka dari itu, untuk menggairahkan eksistensi Bahasa Bali, ia menginisiasi 2 kegiatan yakni lomba band berbahasa Bali dan melalui lomba kartun. Bersama panitia, ia menyisipkan dalam lomba kartun agar unsur humor dan otokritik terhadap orang Bali sendiri sebagai syarat.

Alasannya, di masa pandemi ini humor sangat penting dibutuhkan mengingat banyak orang Bali stres dan depresi. Ia terkejut melihat fenomena tingkat bunuh diri di Bali yang tinggi. Entah, menurutnya karena faktor ekonomi atau lainnya.

"Lainnya, syarat lomba kartun juga ada otokritik terhadap orang Bali ketika berbahasa Bali," ungkapnya.

Sementara itu pihak Penyelenggara Bog Bog Komunikartun, Jango Paramartha menjelaskan persyaratan lain selain unsur humor dan otokritik adalah peserta diperbolehkan memakai judul sendiri terkait dengan tema, peserta diperbolehkan mengirim maksimal 3 karya, teks dan karya menggunakan bahasa Bali dengan huruf latin.

Selain itu, lanjutnya, karya di atas kertas ukuran A3, teknik manual/digital dengan format jpg.300dpi, Karya berupa kartun strip (cerita berangkai) dengan minimal 4 kolom dan maksimal 10 kolom. Karya oleh hitam utih atau berwarna dan isi karya tidak mengandung unsur SARA, pornografi, dan provokasi negatif.

Teks dialog menggunakan dialek, logat, dan istilah-istilah populer bahasa Bali keseharian yang mudah dipahami secara umum dengan komposisi bahasa 80% bahasa Bali dan 20% bebas.

Peserta tidak dibatasi hanya di Bali karena kegiatan ini bersifat nasional atau seluruh Indonesia dari mulai usia tingkatan siswa SMP hingga mahasiswa atau umum. Menariknya, total hadiah yang diperebutkan dalam lomba ini senilai Rp20 juta.

Nantinya penyerahan hadiah akan dilakukan tepat pada 17 Agustus 2021 dimana diharapkan ketika hari kemerdekaan nasional juga  kemerdekaan Bahasa Bali.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami