Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
LPD Desa Adat Duda Rencanakan Kompor dan Freezer Gratis bagi Krama Meninggal
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Lewat program pemberian santunan kelayusekaran (kematian), LPD Desa Adat Duda, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem mencoba untuk meringankan beban warganya yang sedang berduka.
Ketua LPD Desa Adat Duda, I Komang Sujana baru baru ini menuturkan, program tersebut mulai dilaksanakan sejak tahun 2014 silam. Dimana setiap ada krama Desa Adat Duda yang kelayusekaran atau meninggal dunia maka LPD akan menyerahkan santunan berupa uang Rp.500 ribu yang diserahkan kepada pihak keluarga.
"Program ini dilaksanakan sejak tahun 2014 sampai sekarang tetap berlanjut dan semakin disempurnakan, awalnya besaran santunan Rp.500 ribu, karena kita lihat program ini sangat dirasakan dalam meringankan beban warga kami yang sedang berduka kemudian jumlah santunan ditingkatkan menjadi Rp.600 ribu," kata Sujana.
Menurutnya, dalam kurun waktu setahun, rata-rata ada puluhan santunan kelayusekaran yang diserahkan pihak LPD Desa Adat Duda kepada pihak keluarga yang berduka. Bahkan pada saat Covid-19 sedang merebak, LPD pernah menyerahkan santunan untuk 120 kelayusekaran dalam setahunnya.
Dalam perjalanannya, Program LPD Desa Adat Duda ini terus disempurnakan, selain memberikan santunan, pihak Desa Adat juga memfasilitasi kompor jenazah untuk proses pembakaran jenazah secara gratis.
Bahkan saat ini juga sedang dirancang pengadaan freezer berikut bangunan pendukungnya di dekat kuburan. Tujuannya apabila terjadi kelayusekaran namun proses penguburan terkendala hari baik, maka pihak keluarga bisa menggunakan freezer tersebut untuk mekingsan (menitipkan jenazah) selama menunggu hari baik itu datang.
"Kondisi ini cukup sering terjadi, dimana pada saat ada kelayusekaran, proses penguburan atau pengabenan tidak bisa dilaksanakan karena menunggu hari baik, maka warga bisa mekingsan (menitipkan jenazah) di frezer ini, karena jika dititip di RS tentunya akan kena biaya lagi dan menambah beban mereka yang sedang berduka," imbuh Sujana.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4411 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1860 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1506 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 992 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 924 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun