Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
LPPNPI Denpasar Tutup Sementara Bandara Bima
BERITABALI.COM, NTB.
Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Unit Wilayah Denpasar, menerbitkan notice to airmen (Notam) terkait penutupan bandara kelas II Sultan Muhammad Salahuddin (SMS) Bima.
Menyusul banjir rob yang menggenangi sebagian landasan Bandara berdampak terganggunya aktivitas penerbangan. Beredar notifikasi dari AirNav Indonesia, bandara yang baru dilakukan renovasi itu ditutup sementara.
Nomor Notam : C0644/22 NOTAMN, Lokasi : WADB (Bima/M Salahudin), Perihal : Aerodrome Closed, Ringkasan Isi Notam : Bandara Ditutup Dikarenakan Genangan Air” demikian tertulis dalam Notam AirNav Indonesia.
Penutupan awalnya mulai pukul 12.00 WITA hingga pukul 14.00 WITA. Genangan air akibat banjir Rob yang tak kunjung surut, kebijakan penutupan diperpanjang hingga Pukul 17.00 WITA.
Keputusan penutupan itu karena ada kekhawatiran berakibat fatal pada penerbangan akibat pesawat tergelincir dampak lantasan basah.
Plt Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Airlangga membenarkan penerbitan Notam tersebut, berlaku hingga Pukul 17.00 WITA. Dua jadwal penerbangan dari Bandara Internasional Lombok terpaksa ditunda.
“Sore ini notam-nya dicabut,” jawabnya, Rabu (15/6), dikutip NTB Satu.
Meski sudah dicabut, namun tidak ada pelayanan penerbangan berikutnya sejak sore hingga malam. Penumpang yang tertunda kedatangannya dialihkan untuk penerbangan esok hari atau Kamis 16 Juni 2022.
“Besok pagi penerbangan mulai dibuka. Jadi penerbangan yang tertunda hari ini, dialihkan untuk besok, dua flight,” jawabnya.
Mengenai berapa jumlah penumpang, tak disebutkan Airlangga, karena manifest ada di maskapai penerbangan.
Sementara perkembangan kondisi landasan pacu hingga apron bandara, genangan air bersumber dari banjir Rob semakin surut. Diperkirakan besok intensitas air semakin berkurang dan diharapkan sesuai prediksi, sehingga bandara normal kembali.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan BMKG setempat untuk update informasi cuaca, khususnya dampak Rob. Sesuai perkiraan, dampak Rob mulai berkurang mulai Tanggal 16 Juni.
Apa langkah yang akan dilakukan manajemen Bandara agar kejadian tak terulang?
Menurut pengganti Kadek Sastrawan ini, sudah dipikirkan pihaknya bersama manajemen Angkasa Pura. Namun karena faktor alam, dibutuhkan kajian khusus sehingga penanganannya lebih tepat.
“Itu masih dalam kajian. Intinya ini kan akibat faktor alam. Di luar perkiraan,” pungkasnya.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1103 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 872 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 693 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 644 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik