Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Makan Nasi Yasa Siwalatri, Puluhan Orang Keracunan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sekitar 50 orang yang mengikuti pasraman (pendidikan rohani) dalam rangka Hari Raya Siwalatri di Desa Adat Bale Agung, Kecamatan Kerambitan mengalami keracunan. Enam diantaranya dirawat secara intensif di BRSUD Tabanan, Senin (23/1/2012).
Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi menyebutkan, sekitar pukul 07.00 Wita peserta yang mengikuti pasraman widnya di Wantilan Desa Adat Bale Agung, Kerambitan merasakan mual-mual. Mereka yang berasal dari Banjar Tengah Kawan, dan Banjar Wani, Kecamatan Kerambitan kemudian dilarikan ke BRSUD Tabanan untuk mendapatkan pertolongan.
Dugaan sementara, nasi 'yasa'(nasi kuning yang dicampur dengan daging ayam, lalapan, telur dan saur) yang dimakan korban saat malam Siwalatri, Senin dinihari pukul 24.30 Wita menjadi penyebab keracunan para peserta pasraman tersebut.“Penyebab keracunan belum pasti. Yang jelas sebelumnya para korban sempat makan nasi 'yasa',” jelas Direkur BRSUD Tabanan, Dr Patra, Senin (23/1/2012).
Patra menyatakan, pihaknya masih melakukan penelitian lebih lanjut mengenai penyebab keracunan yang mengakibatkan 50 orang dilarikan ke BRSUD Tabanan“Ada enam orang yang kami rawat intensif,” tandasnya.Selain itu pihaknya juga masih memantau peserta lainya yang juga ikut dalam pasraman tersebut yang keseluruhanya berjumlah 90 orang.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1103 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 872 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 693 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 644 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik