Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Melukat Sambil Lihat Air Terjun dan Patung Brahma 13 Meter
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Tempat Pelukatan Sudamala Jaga Satru yang berada di wilayah Dusun Pateh, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem jadi salah satu tempat pelukatan yang cukup ramai dikunjungi saat Banyu Pinaruh.
Pengunjung yang datang selain warga setempat juga datang dari luar Desa Duda Timur. Mereka sengaja datang pada saat hari Banyu Pinaruh yang jatuh pada hari ini Minggu (27/3/2022) tepat sehari setelah hari raya suci Saraswati dengan tujuan untuk melukat atau membersihkan diri secara lahir dan batin.
Disamping untuk melukat, pengunjung yang datang juga dimanjakan oleh pemandangan air terjun Jaga Satru serta megahnya Patung Dewa Brahma setinggi 13 meter yang dibangun tepat berhadapan dengan air terjun Jaga Satru.
Kepala Desa Duda Timur, I Gede Pawana mengungkapkan, bertepatan dengan hari Banyu Pinaruh, pengunjung yang datang ke lokasi Pelukatan Sudamala Jaga Satru lumayan meningkat dibandingkan hari biasanya.
"Pengunjungnya lumayan, memang biasanya rame kalo Banyu Pinaruh, ada yang sekedar berkunjung ada juga yang datang untuk melukat," kata Pawana.

Menurut pria yang identik dengan pakaian serba poleng tersebut, Pelukatan Sudamala Jaga Satru dipercaya memiliki khasiat untuk menolak bala (hal buruk) dan juga untuk kesehatan.
Bagi siapa pun yang hendak datang melukat ke Pelukatan Sudamala Jaga Satru tersebut bisa datang dengan membawa banten pejatian dan canang sari saja. Perlu dicatat, ada satu pantangan yang tidak boleh dilanggar yaitu wanita yang sedang datang bulan tidak diperkenankan untuk melukat serta tidak diperbolehkan berkativitas di kawasan utama Patung Brahma.
"Bagi pengunjung yang hendak melukat cukup bawa banten pejati dan canang sari saja. Untuk pantangan tidak ada, kecuali yang cuntaka datang bulan tidak boleh ke pesucian dan mandala utama Patung Brahmaantangan tidak ada, kecuali yang cuntaka datang bulan tidak boleh ke pesucian dan mandala utama Patung Brahma, " ujar Pawana.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1609 Kali
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1474 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1215 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1061 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah