Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Merekam Budaya Bali dalam Film Dokumenter
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Film dokumenter tentang Bali sudah banyak dibuat, baik itu berisi tarian dan musik Bali, lukisan Bali, dan budaya Bali dan sejarahnya. Keunikan Pulau Dewata menjadi kisah yang menarik untuk dituangakn menjadi sebuah karya dokumenter.
"Bali memiliki budaya unik dan istimewa yang berbeda dibanding daerah lain di Indonesia. Selain ritual dan upacara yang berlangsung hampir setiap hari – baik upacara kecil yang dilakukan oleh semua keluarga pemeluk agama Hindu, hingga upacara besar di berbagai pura - orang juga dapat menyaksikan banyak aspek budaya seperti sesaji dan persembahan, hiasan penjor khas Bali, kain kotak-kotak menyelimuti pohonan besar, upacara ngaben, ogoh-ogoh, layang-layang raksasa, aksara Bali, kebaya Bali, yang kesemuanya bisa dilihat di banyak tempat dan sembarang waktu ketika kita berada di pulau ini. Tak mengherankan kalau pesona pulau Bali ini menarik kalangan pembuat film untuk mengabadikannya," papar David Hanan seorang pengamat film Indonesia asal Australia yang tinggal di Bali.
Menurut David yang saat ini menjadi ‘Honorary Fellow’ di Institut Asia di Universitas Melbourne, ada berbagai episode penting dalam sejarah Bali, di mana Bali dan masyarakat serta budayanya telah menjadi subjek film atau memengaruhi perkembangan film Indonesia.
Adapun film-film Indonesia yang dibuat tentang Bali yang dibahas David adalah Djajaprana (Kotot Sukardi, 1955); Noesa Penida (Galeb Husein, 1988); Dongeng Dari Dirah (Sardono W. Kusumo, 1992); Sekala Niskala (Kamila Andini, 2017).
Sedangkan contoh pertemuan bersejarah antara Bali dan pembuat film internasional yang akan dibahas adalah: dua kunjungan Charlie Chaplin ke Bali pada 1930-an (baru-baru ini ada sebuah film dokumenter yang dibuat tentang Chaplin di Bali); film-film dokumenter pendek dan 25.000 foto yang diambil di Bali oleh antropolog Margaret Mead dan Gregory Bateson, pelopor antropologi visual selama hampir tiga tahun penelitian mereka di Bali antara tahun 1937 dan 1940.
Melalui berbagai karya Film Dokumenter tentang Bali, diharapkan dapat menjadi suatu sarana lain untuk mengenal keindahan Bali. Pengetahuan mengenai sejarah, kebudyaan dan hal lain juga akan semakin mudah dimengerti
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1534 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1155 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1005 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 884 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah