Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Motor dan Sepeda Gayung Hanyut, 1 Mobil Tertimpa Atap
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ambrolnya garasi pada rumah milik Luh Putu Indrayani (35) di Jalan Pulau Obi Gang Durian akibat tergerus air pada aliran sungai, Senin (15/11/2021) menyebabkan satu sepeda motor Jupiter berplat merah dan satu sepeda gayung hilang terseret arus.
Sementara satu unit mobil karimun secara perlahan berhasil dievakuasi TRC BPBD Buleleng bersama Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, langkah-langkah evakuasi masih dilakukan akibat musibah tergerusnya bangunan yang menyebab garasi jebol.
“Masih dilakukan evakuasi, satu mobil tertimpa canopy ini masih diupayakan,” ujarnya.
Berkaitan dengan terseretnya sepeda motor dan sepeda gayung pada aliran sungai yang berada di sebelah barat rumah korban belum ditemukan dan upaya pencarian akan dilakukan setelah aliran air pada sungai surut.
“Mungkin pencarian akan kita upayakan besok,” ungkap Kalaksa BPBD Buleleng.
Sementara, dari sejumlah tetangga korban menuturkan saat hujan deras datang menyebabkan air pada sungai kecil tersebut meluap. Besarya arus air yang mengalir mengerus senderan rumah hingga menyebabkan ambrol.
Untuk sementara belum diketahui kerugian yang dialami korban dan TRC BPBD Buleleng masih melakukan penilaian terhadap musibah tersebut.
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1534 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1155 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1005 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 883 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah