Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Nuansa Mistis, Pentas Topeng Emas Gajah Mada di Festival Ulun Danu Beratan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Festival Ulun Danu Beratan ke-V di Ulun Danu Beratan akan digelar mulai 24 hingga 27 Oktober. Berbagai acara turut meriahkan pembukaan tersebut.
[pilihan-redaksi]
Salah satunya, dipentaskan topeng emas Gajah Mada dan Wayang emas Majapahit secara kolosal. Bahkan tarian yang akan dipentaskan ini memiliki nuansa mistis dan sakral.
Pementasan Topeng Gajah Mada dan Wayang Emas dilakukan untuk menebar vibrasi perdamaian nusantara. Sengaja dipentaskan di Ulun Danu Beratan karena Ulun Danu Beratan diyakini Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti sebagai cakra buana atau inti bumi.
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengungkapkan, pementasan Topeng Gajah Mada dan Wayang Emas yang terbuat dari emas asli kisaran 18 hingga 22 karat ini awalnya mendapat wangsit dan terketuk hatinya untuk mementaskan Topeng dan Wayang Emas Sakral peninggalan Majapahit tersebut.
"Saya sampai tergetar baru melihat benda-benda itu, benar-benar terpancar energi luar biasa dari benda sakral tersebut," ujarnya, Selasa (22/10).
Dikatakan pementasan tari ini akan dilakukan di areal Taman Beji sekitar pukul 11.30 WITA sebagai wujud syukur terhadap Dewi Danu yang telah memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Bali.
Topeng Gajah Mada dipentaskan secara kolosal melibatkan 70 orang penari yang sudah mahir. Pun untuk tarian Wayang Emas dipentaskan berbanyak.
"Ini adalah pementasan kolosal pertama kali. Biasanya untuk ngayah hanya menggunakan 7 topeng," imbuhnya.
Dijelaskan Bupati Eka, Topeng Gajah Mada dan Wayang Emas ini disimpan di Griya Peling, Banjar Padang Tegal, Kecamatan Ubud, Gianyar. Untuk keberadaan Wayang Emas ini bernunasa agak mistis dan konon dijaga oleh Hyang Gaib. Bahkan dikatakan pernah hilang namun datang lagi.
"Jadi memang agak mistis dan sakral. Ini yang menjadi daya tarik utama," katanya.
Dengan pementasan tarian sakral ini, diharapkan terpancar vibrasi positif untuk kerahayuan bumi, bisa membuat rakyat Indonesia harmomis setelah sempat terkotak-kotak dalam kepentingan politik, perbedaan suku dan agama.
"Makna sumpah Mahapatih Gajah Mada Amukti Palapa kita bisa aktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1612 Kali
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1519 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1218 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1062 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah