Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 18 Mei 2026
Organ Manusia Selain Mata Juga Bisa Ditransplantasi dengan Hewan
Sabtu, 14 September 2019,
11:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Di China ada temuan medis terbaru soal transplantasi mata manusia yang bisa dicangkok dengan kornea mata babi, dan hal ini sukses diuji coba kepada pasien bernama Huang Yuangzhen yang telah dapat melihat kembali mendekati normal.
[pilihan-redaksi]
Mengutip Asiaone seperti dilansir Suara.com, Huang Yuangzhen divonis kebutaan oleh tim medis setelah mengalami kecelakaan yang membuat mata bagian kanannya rusak pada tahun 2010.
Mengutip Asiaone seperti dilansir Suara.com, Huang Yuangzhen divonis kebutaan oleh tim medis setelah mengalami kecelakaan yang membuat mata bagian kanannya rusak pada tahun 2010.
Pada 6 September 2019, Huang akhirnya mendapat kabar baik bahwa Rumah Sakit Wuhan Union melakukan uji coba rekayasa kornea babi untuk membantu manusia yang membutuhkan kornea.
Huang lantas menerima tawaran tersebut. Ia rela menjadi uji coba transplantasi mata manusia dengan mata babi (kornea babi) Setelah operasi transplantasi berlangsung, Huang secara bertahap mengalami penyembuhan. Saat ini penglihatannya mencapai level 0.5 atau secara medis sudah mendekati normal, yakni 0.6.
Tentu hal ini menjadi sebuah kabar gembira bagi penderita kebutaan atau pasien yang memang membutuhkan kornea mata untuk bisa melihat.
Dr. Sharita R. Siregar, SpM(K), dokter subspesialis Bedah Katarak, Refraktif dan Kornea JEC Eye Hospitals & Clinics ikut angkat bicara menanggapi temuan medis tersebut.
[pilihan-redaksi2]
"Sebagai dokter mata kami hanya bisa menjawab sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran yang selalu berkesinambungan dan tidak pernah berhenti. Donor yang di tanamkan pada manusia yang berasal dari hewan kita kenal dengan xenotransplantation. Hal ini tidak terjadi hanya di mata saja, namun juga di transplan organ lain. Babi yang digunakan juga bukan babi biasa lho, namun babi yang sudah di sisihkan dan di kembangbiakan dengan rekayasa genetika atau yang kita kenal dengan bioengineered pig," jelasnya saat dihubungi Suara.com, Jumat (13/9/2019).
"Sebagai dokter mata kami hanya bisa menjawab sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran yang selalu berkesinambungan dan tidak pernah berhenti. Donor yang di tanamkan pada manusia yang berasal dari hewan kita kenal dengan xenotransplantation. Hal ini tidak terjadi hanya di mata saja, namun juga di transplan organ lain. Babi yang digunakan juga bukan babi biasa lho, namun babi yang sudah di sisihkan dan di kembangbiakan dengan rekayasa genetika atau yang kita kenal dengan bioengineered pig," jelasnya saat dihubungi Suara.com, Jumat (13/9/2019).
Menurut ilmu kedokteran, dokter Sharita menjelaskan selain babi ada juga hewan lain yang organnya bisa dipakai manusia.
"Ada, namun juga harus dikaji lagi, harus dilihat hewan mana yang secara struktural dan anatomis memiliki kemiripan dengan manusia (hampir serupa dengan manusia). Selain info kornea mata manusia yang bisa diganti dengan kornea babi tadi, apapun dari hewan sebetulnya bisa didonasikan, misal paru, ginjal, jantung, hati, tapi balik lagi, harus ada kajian, dan ujicoba lanjutannya," pungkas dokter Sharita. (bbn/rls/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1536 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1157 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1005 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 884 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026