Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Panen Perdana Jagung Arumba di Buleleng, Varietas Unggul dengan Masa Panen Cepat
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Pertanian Buleleng menggelar panen perdana jagung varietas baru jenis Arumba di Huta Kota, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Sabtu (15/3). Jagung ini dikembangkan karena memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya masa panen yang lebih singkat dibandingkan jagung biasa.
Panen perdana ini dihadiri langsung oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, serta Sekda Buleleng Gede Suyasa. Jagung Arumba ditanam di lahan seluas 1 hektare, namun panen kali ini baru dilakukan pada lahan seluas 40 are.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, menjelaskan bahwa jagung Arumba memiliki tekstur menyerupai ketan, tetapi tidak terlalu lengket dan lebih empuk. Keunggulan lainnya adalah umur panen yang hanya 60 hari, sehingga petani dapat menanam hingga lima kali dalam setahun.
"Kalau jagung biasa, masa panennya bisa tiga hingga enam bulan. Kalau Arumba ini umur panennya hanya 60 hari," kata Melandrat.
Jagung Arumba kini mulai dikembangkan di Kecamatan Gerokgak, dengan permintaan tinggi dari wilayah Madura. Pengiriman dilakukan melalui Pelabuhan Sangsit, Kecamatan Sawan, dengan kapasitas dua hingga tiga truk dalam sekali kirim.
"Jagung ini bukan dijual per kilo. Di pasaran, dijual Rp 5 ribu per tiga biji. Jadi harganya cukup menjanjikan," tambah Melandrat.
Saat ini, produksi jagung di Buleleng mencapai lebih dari 35 ton per tahun. Pemerintah daerah berencana memperluas budidaya jagung ini di wilayah dengan krisis air seperti Kecamatan Gerokgak dan Tejakula, dengan target mencapai 18 ribu hektare.
Dalam pengembangannya, petani akan diedukasi untuk menerapkan sistem tumpang sari, yakni menanam cabai di bawah pohon jagung. Langkah ini bertujuan mencegah inflasi akibat ketimpangan produksi komoditas pangan.
"Jangan sampai karena kita terlalu fokus dengan gabah dan jagung, berdampak inflasi pada jenis tanaman lain. Jadi kami harap bisa ditumpangsarikan dengan cabai," terang Melandrat.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyebut bahwa pengembangan jagung Arumba ini merupakan bagian dari upaya mendukung program kemandirian pangan di Buleleng. Varietas ini dinilai unggul karena dapat tumbuh di lahan minim air dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
"Jagung Arumba ini salah satu varietas unggul dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Petani nanti akan diedukasi bagaimana budidaya jagung ini. Jadi lahan yang tidak banyak air bisa ditanami jagung ini," ujar Sutjidra.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1103 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 872 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 693 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 644 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik