Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pedagang Asal Abiansemal Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Rabu, 3 November 2021, 16:25 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Pedagang Asal Abiansemal Ditemukan Tewas di Kamar Kos.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Seorang pedagang ditemukan tak bernyawa di kamar kos Banjar Bangkiangaidem, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Selasa (2/11) sekitar pukul 06.30 WITA. 

Padahal beberapa jam sebelumnya, korban bernama bernama Yuvensius, 52, asal Banjar Lateng, Desa Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Badung masih biasa beraktivitas bersama istrinya Ni Luh Putu Sukardiasih jualan  di Pura Jemeng. Informasi dihimpun, sekitar pukul 03.00 WITA, korban bersama sang istri baru saja pulang dari berjualan di Pura Jemeng. 

Namun karena kondisi korban kurang baik, maka sang istri menyarankan korban untuk beristirahat di kos milik I Nyoman Suaka. 

Sementara istri korban mengantar kedua buah hati mereka pulang ke rumahnya di Banjar Lateng, Desa Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Badung. 

Namun nahas, saat istri korban kembali sekitar pukul 06.00 WITA, dirinya mendapati korban sudah terbujur kaku. Istri korban kemudian berteriak hingga terdengar oleh sejumlah saksi di TKP termasuk pemilik indekos yang sedang mencuci baju di kamar mandi tepat di belakang kamar korban. 

Peristiwa tersebut kemudian disampaikan kepada kepala lingkungan dan Polsek Tegallalang. Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Tegallalang AKP I Ketut Sudita membenarkan perihal peristiwa tersebut. 

Dirinya mengatakan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung turun ke TKP untuk melakukan olah TKP bersama tim medis dari Puskesmas Tegallalang 1. 

“Korban ditemukan mengenakan baju kaos warna abu-abu dan menggunakan jaket warna hitam tidak memakai celana hanya menggunakan celana dalam,” ujarnya Rabu (3/11).

Dan berdasarkan hasil pemeriksaan dari tim medis, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, dan pada mulut keluar busa. Korban diperkirakan meninggal kurang dari 6 jam dan kondisi mayat sudah kaku. 

“Dan menurut keterangan dari istri korban, korban selama ini mengidap penyakit Diabetes dan rutin mengonsumsi obat. Sehingga sementara diduga korban meninggal dunia akibat sakit yang diderita,” imbuhnya.

Maka dari itu pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah serta mengikhlaskan kepergian korban. Jenazah korban selanjutnya dititip di ruang jenazah RSAD Udayana, Denpasar. 

“Pihak keluarga korban di Flores juga sudah dihubungi. Untuk saat ini jenazah korban dititip di RSAD Udayana,” jelasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami