Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Pedagang dari Luar Karangasem Dilarang Berjualan di Pasar
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pedagang yang berasal dari luar Kabupaten Karangasem mulai hari ini, Jumat, (09/07/2021) dilarang berjualan di Pasar - pasar tradisional yang ada di wilayah Kabupaten Karangasem sampai pelaksanaan PPKM Darurat berakhir.
Kepala Dinas Perindustrian dan Dagang Kabupaten Karangasem, Wayan Sutrisna saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis, (08/07/2021) membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan, hal ini dilakukan dalam rangka penyekatan di tengah penerapan PPKM Darurat untuk membatasi mobilisasi guna mencegah penyebaran Covid-19 mengingat tren perkembangan kasus positif di Bali cenderung mengalami kenaikan.
"Penyekatan ini mulai besok dilakukan, sementara selama PPKM Darurat, pedagang dari luar Karangasem dilarang berjualan di pasar tradisional yang ada di Karangasem," ujarnya.
Tak hanya pedagang, pasar hewan juga ditutup sementara hingga PPKM Darurat selesai pada tanggal 20 Juli 2021 mendatang lantaran dianggap rawan penyebaran Covid-19.
Meski demikian, kendati mulai diberlakukan pada hari ini, namun pelaksanaannya akan diawali dengan tahap imbauan dan sosialisasi terlebih dahulu.
"Kita imbau dan sosialisasikan dulu, karena hari pasaran di pasar tradisional berbeda - beda, ada yang tiga hari sekali ada juga yang sehari sekali, untuk pengawasan sendiri akan dilakukan Disperindag dan Satgas," tandasnya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1534 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1155 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1005 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 883 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah