Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Pelukis Tenggelam Ditemukan Jadi Mayat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Setelah sehari dilakukan pencarian, akhirnya I Ketut Sutama (20), seorang pelukis asal Kubu, Karangasem, Senin (18/5) pukul 15.00 Wita ditemukan telah menjadi mayat dipinggir pantai.
Korban sendiri ditemukan lengkap baju hitam dan celana pendek berwarna coklat. Setelah diperiksa oleh jajaran Kepolisian yang dipimpin oleh Kapolsek Sukawati, AKP Bernad Mosak, mayat langsung dievakuasi ke ambulance untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka di Kubu, Karangasem.
Seperti yang dituturkan oleh Tim Koordinator Lapangan Kantor SAR Denpasar, I Putu Sudiana, pertama kali mayat tersebut ditemukan oleh pencari kayu bakar di pantai berjarak 500 Meter dari Pantai Purnama.Mayat ditemukan dalam keadaan berbusana, dan langsung di evakuasi. “ Kami temukan dipinggir pantai sudah mengambang, “ jelasnya.
Lebih jauh, Sudiana saat pencarian, pihaknya melibatkan 24 personel tim gabungan dari Pol Air, SAR dan jajaran kepolisian Sukawati. “ Seharian kami telusuri, belum membuahkan hasil, baru sekarang mayat ditemukan, “ucapnya.Sementara itu, disisi lain, kakak kandung korban, I Nyoman Darma mengaku kalau adiknya kandungnya telah merantau ke Gianyar selama 2 tahun. “ Kami sekeluarga sangat sedih melihat kenyataan ini, “ ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada hari Minggu pada pukul 17.20 Wita. Seperti biasanya Sutama bersama rekanya, I Ketut Widi mandi di pantai. Tiba-tiba, ombak besar datang dan menyeret tubuhnya. Sampai malam kemarin, tubuh korban belum diketemukan.
Reporter: bbn/art
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1174 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 916 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 746 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 682 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik