Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 21 Mei 2026
Pembakar Al Quran di Swedia Bakal Beraksi Lagi Meski Dapat Ancaman
BERITABALI.COM, DUNIA.
Salwan Momika, pelaku pembakaran Al Quran di masjid terbesar di Stockholm, Swedia, bersumpah bakal mengulangi aksi kontroversialnya itu lagi dalam 10 hari ke depan.
Momika menjadi sorotan dan target kecaman setelah membakar beberapa halaman Al Quran di masjid di Stockholm saat perayaan Iduladha pada 28 Juni lalu.
Berbicara kepada surat kabar lokal Expressen, Momika mengatakan dia sadar tindakannya akan memancing kecaman dan amarah umat Muslim. Ia bahkan mengaku telah menerima "ribuan ancaman pembunuhan" atas aksinya itu.
Namun, ancaman itu tampaknya tidak membuat pria imigran asal Irak itu kapok.
"Dalam 10 hari saya akan membakar bendera Irak dan Al Quran di depan kedutaan besar Irak di Stockholm," ucap Momika seperti dikutip AFP pada Senin (3/7).
Polisi Swedia sendiri telah memberi izin Momika menggelar aksi pembakaran Al Quran itu. Pria 37 tahun itu berdalih pembakaran Al Quran merupakan bentuknya mengekspresikan opini soal kitab suci umat Islam tersebut.
Meski begitu, belakangan polisi Swedia mengatakan telah membuka penyelidikan atas aksi Momika tersebut dengan tuduhan "hasutan terhadap kelompok etnis".
"Polisi memiliki hak untuk menyelidiki apakah pembakaran Al Quran itu merupakan kejahatan rasial. Mereka bisa benar dan bisa salah," kata Momika kepada surat kabar itu.
Momika merupakan seorang imigran asal Irak yang mengungsi ke Swedia sejak lima tahun lalu.
Pria bernama lengkap Salwan Sabah Matti Momika itu mengaku sebagai seorang ateis. Meski ia telah tinggal di daerah Jarna di Sodertalje, Stockholm, Momika masih memiliki status kewarganegaraan Irak.
Aksi pembakaran Al Quran seperti yang dilakukan Momika bukan lah yang pertama kalinya di Swedia.
Beberapa waktu lalu, pemimpin partai sayap kanan Denmark Stram Kurs, Rasmus Paludan, juga beberapa kali membakar Al Quran di Stockholm dan Denmark.
Aksi Paludan itu pun menuai protes dan kecaman dari berbagai negara di dunia, mulai dari Turki hingga Indonesia. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam Swedia karena mengizinkan aksi pembakaran Al Quran dan menegaskan akan mengerahkan sekuat tenaga untuk melawan Islamofobia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1926 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1747 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1299 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1168 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah