Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Pergolakan Keyakinan Sukmawati Dimulai Usia 4 Tahun
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Proses berpindahnya keyakinan Sukmawati Soekarnoputri diawali sejak berumur kurang lebih 4 tahun. Saat itu dia sudah tertarik untuk menarikan tari Bali.
"Saat itu saya didandani tari kebyar duduk yang saat itu sangat terkenal Jakarta. Itu di istana presiden dalam sebuah acara, bukan acara internal tapi cuku besar, dokumentasinya saya masih simpen itu penting," tuturnya saat jumpa pers usai proses Sudhi Wadani di di The Soekarno Center, Desa Adat Mancawarna, Tampaksiring, Gianyar, Bali, Selasa (26/10) sore.
Selain itu kedekatan Ibu Fatmawati dengan mertuanya Ida Ayu Nyoman Rai Serimben turut menjadi andil kecintaanya terhadap kesenian Bali.
"Suatu ketika saya menengok eyang putri, terus eyang putri bertanya Kamu sudah bisa nari belum?, Kamu musti nari Bali ya, beliu pun ajarkan saya cara menari Bali. Jadi kesan masa kecil, kesenian Bali sudah ada dalam sukma saya sebagai orang yang cinta kesenian," ujarnya.
Bahkan ia pernah belajar menari dengan Seniman Nyoman Kakul asal Batuan, Kecamatan Sukawati, sampai dikatakan lulus.
Proses pun berlanjut hingga ia beranjak dewasa. Saat wafatnya Bung Karno membaut ia sangat terpukul, dan gambelan Bali menjadi sebuah terapi baginya untuk bisa bangkit kembali.
"Pada saat itu kita semua tau bagaimana pergolakan politiknya, hingga Bung Karno wafat disana saya merasa sangat kehilangan sampai terasa putus asa dan suara gambelan Bali yang magis menjadi salah satu terapi saya untuk bangkit," tuturnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 584 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 454 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan