Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 11 Mei 2026
Persoalan Listrik Bali Dikaitkan Dengan Kesucian Pura
Beritabali.com, Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan, persoalan ketersediaan energi listrik di Bali yang sudah masuk fase kritissaat ini bisa diatasi dengan Sambungan Udara Tegangan Tinggi (SUTT). Tapi SUTT ini hingga kini belum bisa terealiasasi karena masih ada pihak yang membenturkannya dengan kajian sosial budaya, termasuk soal kesucian pura.
Listrik itu penting sekali, kita harus punya sumber listrik, baik yang berdiri sendiri di Bali atau yang lebih di Jawa, kenapa tidak dibawa ke Bali, persoalannya sekarang bagaimana membawa listrik itu dari Jawa dengan aman, kata Pastika di Kuta, hari ini (6/10) .
Aman yang dimaksud Pastika adalah aman segala-galanya, baik itu aman dari sisi lingkungan hidup, aspek soaisl budaya, serta bisa diterima masyarakat dengan baik karena ini untuk kepentingan orang banyak.
Kabel listrik bawah air dari Jawa ke Bali secara teknis itu berbahaya , saat ini saja sudah banyak (kabel) yang putus. Yang paling memungkinkan saat ini adalah Sambungan Udara Tegangan Tinggi (SUTT). Itu tingginya 350 meter di atas permukaan laut, jadi relatif aman, jelas Pastika.
Kabel SUTT dari Jawa ke Bali, kata Pastika, akan ‘turundi kawasan Taman Bali Barat, Jembrana, dengan ketinggian kabel 45 meter di atas permukaan tanah.
Masuk akal jika SUTT ini lewat Taman Bali Barat, sepanjang tidak merusak lingkungan, radiasinya hanya sekitar 3 meter (di bawah bentangan kabel), tinggi pohon (di Taman Bali Barar) 20 meter, jadi dengan tinggi kabel 45 meter, aman lah, kata Pastika.
Terkait rencana SUTT listrik Jawa Bali ini, ujar Pastika, pihaknya sudah mendengar hasil kajian ahli lingkungan hidup dan ahli sosial budaya. Sementara dari segi kajian teknis sudah tidak ada masalah.
Kajian teknisnya (SUTT) sudah tidak masalah, yang masih masalah adalah sosial budaya, ada kaitannya dengan pendapat masyarakat yang rame-rame itu, jadi tolong Anda (wartawan) bantu saya, jangan pertentangkan orang yang ribut-ribut terus itu, ribut tentang kesucian Bali dan kesucian pura. Kalau bicara soal kesucian (pura), semua orang nggak mau kesucian (pura) itu terusik, kata Pastika dengan nada tinggi.
Persoalan listrik di Bali, kata Pastika, harus segera diatasi agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
50 ribu orang saat ini tunggu (dipasang) listrik di Bali, belum lagi kebutuhan di sektor industri, parwisata dan sebagainya, jadi persoalan listrik di Bali jangan selalu dihubungkan dengan kesucian Pulau Bali dan pura dan sebagainya, karena itu sudah pasti akan tetap dijaga, ujar Pastika. (bob)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1067 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 848 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 672 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 623 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik