Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pertamina Tegaskan Tak Ada Kebocoran pada Kapal Cinta Natomas di Celukan Bawang

Selasa, 25 November 2025, 18:53 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Pertamina Tegaskan Tak Ada Kebocoran pada Kapal Cinta Natomas di Celukan Bawang.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Pertamina EP Regional 4 Indonesia Timur memastikan tidak ada kebocoran pada kapal tanker Cinta Natomas yang sejak 2018 bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. 

Penegasan ini disampaikan untuk merespons kekhawatiran publik terkait kondisi kapal raksasa berukuran dua kali lapangan sepak bola tersebut.

Manager HSSE Operation Hulu Zona 11 Pertamina EP Regional 4 Indonesia Timur, Chandra Sunaryo, pada Selasa (25/11) menjelaskan bahwa kapal Cinta Natomas telah memasuki masa pensiun setelah bertahun-tahun menampung minyak mentah dari berbagai kilang. Kini, kapal itu tengah dalam proses pembersihan menyeluruh sebelum dikembalikan ke pemerintah pusat melalui FUPP (Formulir Usulan Pelepasan dan Penghapusan).

Menurut Chandra, ada 13 unit tanki yang harus dibersihkan sejak proses dimulai pada Juli 2025. Pekerjaan ini melibatkan 60 tenaga teknis lintas bidang, dengan progres pembersihan telah mencapai 50 persen dan ditargetkan selesai pada awal 2026.

"Kami harus membersihkan endapan sisa minyak. Karena minyak yang ditampung itu masih raw material. Ada endapan-endapan seperti pasir. Karena endapan ini terkontaminasi dengan minyak, tergolong B3. Jadi harus di-treatment khusus," jelasnya.

Untuk mengantisipasi risiko pencemaran lingkungan selama proses pembersihan, kapal telah dipagari dengan oil boom sebagai lapisan pengaman. Air bekas pembersihan juga dimurnikan kembali melalui water treatment yang dipasang di atas kapal, sementara limbah lainnya ditampung di kapal tongkang sebelum dikirim ke Pelabuhan Gresik untuk diolah.

Asisten Manager Offshore Marine Sukowati, Agus Mulyanto, menambahkan bahwa kapal Cinta Natomas memang sesekali tampak miring, namun masih dalam batas toleransi teknis. Kondisi ini disebabkan struktur kapal tua yang hanya memiliki satu lambung dan proses pembersihan yang menggunakan pompa eksternal.

"Proses pembersihan menggunakan pompa ekternal. Kalau posisinya tegak, tidak bisa juga. Jadi harus dimiringkan untuk mendapat section yang baik. Namun ada kemiringan yang kami jaga. Kapal ini harus benar-benar bersih. Tidak boleh ada carbon yang menempel. Semua tanki harus bersih, sebelum diserahkan ke pusat," terangnya.

Sementara itu, Pengelola Data dan Informasi KSOP Celukan Bawang, Nyoman Purna, memastikan bahwa Pertamina telah menjalankan seluruh kewajiban administrasi selama kapal bersandar, termasuk pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp9 juta per bulan, serta uang labuh sebesar Rp1,2 miliar apabila kapal keluar dari pelabuhan.

"Pertamina telah melaksanakan kontrak untuk menggunakan dermaga. Bahkan kapal ini boleh berlabuh dimana saja, tidak hanya di Celukan Bawang. Sejak bersandar, koordinasi dan pemantauan rutin kami lakukan, untuk memastikan tidak ada kebocoran," tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami