Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Pertamina Tegaskan Tak Ada Kebocoran pada Kapal Cinta Natomas di Celukan Bawang
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pertamina EP Regional 4 Indonesia Timur memastikan tidak ada kebocoran pada kapal tanker Cinta Natomas yang sejak 2018 bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.
Penegasan ini disampaikan untuk merespons kekhawatiran publik terkait kondisi kapal raksasa berukuran dua kali lapangan sepak bola tersebut.
Manager HSSE Operation Hulu Zona 11 Pertamina EP Regional 4 Indonesia Timur, Chandra Sunaryo, pada Selasa (25/11) menjelaskan bahwa kapal Cinta Natomas telah memasuki masa pensiun setelah bertahun-tahun menampung minyak mentah dari berbagai kilang. Kini, kapal itu tengah dalam proses pembersihan menyeluruh sebelum dikembalikan ke pemerintah pusat melalui FUPP (Formulir Usulan Pelepasan dan Penghapusan).
Menurut Chandra, ada 13 unit tanki yang harus dibersihkan sejak proses dimulai pada Juli 2025. Pekerjaan ini melibatkan 60 tenaga teknis lintas bidang, dengan progres pembersihan telah mencapai 50 persen dan ditargetkan selesai pada awal 2026.
"Kami harus membersihkan endapan sisa minyak. Karena minyak yang ditampung itu masih raw material. Ada endapan-endapan seperti pasir. Karena endapan ini terkontaminasi dengan minyak, tergolong B3. Jadi harus di-treatment khusus," jelasnya.
Untuk mengantisipasi risiko pencemaran lingkungan selama proses pembersihan, kapal telah dipagari dengan oil boom sebagai lapisan pengaman. Air bekas pembersihan juga dimurnikan kembali melalui water treatment yang dipasang di atas kapal, sementara limbah lainnya ditampung di kapal tongkang sebelum dikirim ke Pelabuhan Gresik untuk diolah.
Asisten Manager Offshore Marine Sukowati, Agus Mulyanto, menambahkan bahwa kapal Cinta Natomas memang sesekali tampak miring, namun masih dalam batas toleransi teknis. Kondisi ini disebabkan struktur kapal tua yang hanya memiliki satu lambung dan proses pembersihan yang menggunakan pompa eksternal.
"Proses pembersihan menggunakan pompa ekternal. Kalau posisinya tegak, tidak bisa juga. Jadi harus dimiringkan untuk mendapat section yang baik. Namun ada kemiringan yang kami jaga. Kapal ini harus benar-benar bersih. Tidak boleh ada carbon yang menempel. Semua tanki harus bersih, sebelum diserahkan ke pusat," terangnya.
Sementara itu, Pengelola Data dan Informasi KSOP Celukan Bawang, Nyoman Purna, memastikan bahwa Pertamina telah menjalankan seluruh kewajiban administrasi selama kapal bersandar, termasuk pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp9 juta per bulan, serta uang labuh sebesar Rp1,2 miliar apabila kapal keluar dari pelabuhan.
"Pertamina telah melaksanakan kontrak untuk menggunakan dermaga. Bahkan kapal ini boleh berlabuh dimana saja, tidak hanya di Celukan Bawang. Sejak bersandar, koordinasi dan pemantauan rutin kami lakukan, untuk memastikan tidak ada kebocoran," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5962 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4662 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2300 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2231 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan