Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Polresta Selidiki Kasus Pengeroyokan Wakil Bendesa Adat Banjar Wangaya Kelod
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Wakil Bendesa Adat di Banjar Wangaya Kelod, Denpasar Barat, Bagus Kertha Negara (49), mengalami aksi pengeroyokan pada Selasa (1/10/2019) oleh belasan pemuda diduga anggota ormas di Bali. Tiga pelaku diketahui bernama Pande Naya (46) dan dua anaknya.
[pilihan-redaksi]
Kasus pengeroyokan ini sudah dilaporkan korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Denpasar. Menurut Bagus Kertha Negara, ia dikeroyok belasan pelaku di sebuah Gang 4a/4, selatan Balai Banjar Wangaya Klod Jalan Kartini Denpasar, Selasa (1/10) sekitar pukul 18.30 WITA.
Wakil Bendesa Adat Denpasar itu menghadiri lomba Desa Anak-Anak Muda di Balai Banjar Wangaya Klod yang dihadiri oleh Walikota Denpasar IB Rai Mantra. Acara pun selesai, korban mengobrol dengan rekan-rekannya sambil berdiri di selatan Balai Banjar. Tak lama, korban mendengar teriakan dari pelaku Pande Naya yang mencari dirinya. Pelaku tampak memarkirkan mobilnya di selatan banjar bersama anaknya laki-laki dan seorang perempuan.
Setelah mendekati korban, bapak anak ini langsung mengeroyok. Pande Naya dan anak laki-lakinya memukul bagian wajah korban. Sedangkan anak perempuannya ikut menjambak rambut korban. Saat dikeroyok, datang sekitar 15 pemuda diduga anggota ormas ikut memukuli korban.
Akibat dikeroyok belasan pelaku, korban mengalami luka lebam dipelipis kiri, kepala bagian kanan benjol, pangkal lengan kanan terasa sakit dan baju yang dipakai korban di robek.
"Saya dikeroyok dengan tangan kosong dan ada yang mukul pakai kayu, hp saya diambil," ungkap korban.
Tidak terima dikeroyok korban melaporkan kejadian ke SPKT Polresta Denpasar. Selain itu, korban juga divisum dan dilakukan pengecekan melalui CT Scan. Korban juga mengaku heran kenapa dikeroyok karena selama ini tidak ada masalah dengan pelaku.
[pilihan-redaksi2]
"Saya hadir sebagai undangan dari Bendesa Adat, kenapa mobil yang dipindahkan kok saya yang jadi sasaran,” herannya.
Tidak hanya dikeroyok handphone korban juga diambil para pelaku. Handphone tersebut sempat dihubungi istrinya namun masih aktif. Tapi setiap kali ditelepon ada yang menerima namun tidak berbicara apa. Korban pun berharap agar polisi segera menangkap para pelakunya.
"Saya berharap Polisi secepatnya menangkap para pelaku," pintanya.
Dihubungi wartawan, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan mengatakan pihaknya sudah menerima laporan korban dan masih tahap penyelidikan.
"Masih mengumpulkan bukti dan saksi-saksi. Sabar ya, kami menyelidikinya," ujarnya. (bbn/spy/rob)
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8519 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5866 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3681 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2511 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar