Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pria di Buleleng Tinggal Bersama Jenazah Ibu Selama 56 Hari

Selasa, 28 Desember 2021, 15:35 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/Suara.com/Pria di Buleleng Tinggal Bersama Jenazah Ibu Selama 56 Hari.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Warga Banjar Dinas Karya Nadi, Desa Rangdu, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali, bernama Putu Sugiarta (53 tahun) membuat geger. Hal ini lantaran tinggal bersama jenazah ibunya selama 56 hari.

Sugiarta mengungkap alasan melakukan hal itu lantaran menjalankan pesan dari mendiang ibunya, Wayan Terpi (96 tahun). Putu Sugiarta menyemayamkan jenazah ibunya di rumah yang mereka tinggali berdua selama hampir dua bulan.

Putu Sugiarta menggunakan es batu dalam jumlah banyak. Untuk mengawetkan jenazah ibunya, Wayan Terpi yang meninggal dunia sejak 3 November lalu. Agar tidak rusak dan bau.

Putu Sugiarta mengaku dititipkan pesan oleh ibunya sebelum meninggal dunia. Agar merawat jenazahnya selama 4 bulan di rumah tanpa melibatkan keluarga lainnya. Namun kejadian itu belakangan kemudian diketahui oleh pihak keluarga lainnya.

Keluarga lantas mendatangi kediaman Putu Sugiarta bermaksud menengok kondisi Wayan Terpi. Mereka juga mengutarakan maksud agar jenazah Wayan Terpi segera dikebumikan. Namun, keinginan keluarga ditolak keras oleh Putu Sugiarta. Hal ini kemudian dilaporkan ke Polsek Seririt.

Polisi berusaha menengahi permasalahan itu dan membawa Putu Sugiarta ke kantor polisi untuk diperiksa. Sementara, jenazah Wayan Terpi akhirnya dikuburkan dan diaben setelah dibiarkan selama hampir dua bulan lamanya.

"Dan memang benar ada penolakan dari si anak ini. Keluarga tidak diizinkan menjenguk. Keluarga ingin mengubur dan si anak ini ingin mempertahankan pesan almarhum," ujar Kapsek Seririt, Kompol Gede Juli.

Juli mengatakan, dari hasil permintaan keterangan, diketahui Wayan Terpi sudah meninggal sejak 3 November lalu, karena sakit. Tetangga dan keluarga membenarkan jika almarhum sakit.

"Almarhum ini tinggal berdua dengan anaknya. Anaknya (Putu Sugiarta) mengaku dipesan ibunya kalau meninggal agar diajak (dirawat) dulu di rumah minimal 4 bulan tanpa melibatkan keluarga yang lainnya. Setelah itu baru dikubur," katanya.

Polisi sempat melakukan pemeriksaan terhadap Putu Sugiarta terkait indikasi tindak pidana dalam kejadian ini.

"Hasilnya, tidak ada hal-hal yang mengarah ke tindak pidana. Jenazah sudah kami periksa dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," ungkapnya.

"Anaknya ini hanya bersikukuh untuk menjalankan pesan orang tua. Dia tidak mau mengubur karena takut melanggar janjinya. Sementara pihak keluarga ingin segera mengubur almarhum agar tidak mengganggu lingkungan," tutup Juli. (sumber: Suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami