Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 21 Mei 2026
Puncak El Nino, Bali Dilanda Kekeringan Sepekan ke Depan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Wilayah Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara selama satu pekan ke depan diprediksi tidak terjadi hujan. Hal ini imbas fenomena El Nino yang mulai memasuki puncaknya pada Agustus ini.
"Pada sepekan ke depan cuaca di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara akan cenderung cerah berawan-berawan," demikian keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam Prospek Cuaca Seminggu ke Depan Periode 15-21 Agustus 2023, dikutip Selasa (15/8).
Sementara itu, sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan bagian timur, dan Sulawesi bagian tengah, Maluku Utara, dan Papua akan cenderung hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Pertama, dalam skala global, dua penanda fenomena El Nino yakni Southern Oscillation Index (SOI) dan Nino 3.4 tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia, masing-masing -13,7 dan +1.04.
"El Nino moderat," demikian bunyi keterangan BMKG.
Kedua, skala regional. Fenomena angin atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) aktif pada kuadran 8 (belahan bumi Barat dan Afrika), menunjukkan kondisi yang kurang signifikan untuk wilayah Indonesia.
Selama sepekan ke depan, aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuator diprakirakan aktif di sebagian wilayah Sumatera bagian utara, Jawa bagian barat, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian utara, Maluku Utara, dan Papua bagian barat.
Sementara itu, gelombang Kelvin diprakirakan masih akan aktif di sebagian wilayah Bali dan Nusa Tenggara, dan Papua. Sehingga, faktor-faktor tersebut mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
BMKG juga mengungkap daerah pertemua atau perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau memanjang di Samudra Hindia barat Sumatera Utara hingga Aceh, dari Samudra Hindia barat Sumatera Barat hingga Selat Malaka, dari Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, dari Sulawesi Tenggara bagian utara hingga Sulawesi Tengah, dari Papua hingga Papua Barat, dan di Samudra Pasifik utara Papua.
Baca juga:
Takut El Nino, Nelayan Enggan Melaut
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.
"Labilitas Lokal Kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua," kata BMKG.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1869 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1701 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1268 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1135 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah