Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Putra Mahkota Arab Saudi Beri Rp 1.148 Triliun ke Negara
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Arab Saudi mendapatkan dana sebesar USD 80 miliar atau setara Rp 1.148,7 triliun (kurs Rp 14.359) dari perusahaan minyak negara Saudi Aramco. Dana ini didapat setelah Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman melakukan transfer.
"Saham tersebut akan meningkatkan posisi keuangan Dana Investasi Publik (PIF) yang kuat dan peringkat kredit yang tinggi dalam jangka menengah," kata putra mahkota dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari CNBC, Senin (14/2/2022).
Dana tersebut adalah kendaraan pilihan sang pangeran untuk mengubah ekonomi Saudi dan mendiversifikasi pendapatan minyak.
Negara tetap menjadi pemegang saham terbesar di Saudi Aramco setelah proses transfer, karena mempertahankan lebih dari 94% saham perusahaan.
"Pengalihan saham yang ada akan membantu meningkatkan aset yang dikelola PIF, yang ditargetkan tumbuh menjadi sekitar 4 triliun riyal (USD 1,07 triliun) pada akhir tahun 2025," tambahnya.
Saudi Aramco mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa transfer itu adalah transaksi pribadi antara pemerintah dan dana negara.
"Perusahaan bukan pihak dalam transfer dan tidak mengadakan perjanjian atau membayar atau menerima hasil apapun dari transfer itu," katanya.
Aramco, perusahaan minyak terbesar di dunia, menyelesaikan penawaran umum perdana terbesar di dunia pada akhir 2019, mengumpulkan USD 29,4 miliar, dengan hasil ditransfer ke PIF.
Saham Aramco naik lebih dari 4% sepanjang tahun ini, membuat perusahaan bernilai USD 1,99 triliun, di belakang perusahaan paling berharga di dunia, Apple dan Microsoft. Saham turun 0,7% menjadi 37,05 riyal pada penutupan hari Minggu.
Setelah penurunan tajam harga energi pada hari-hari awal pandemi, permintaan minyak mendekati level sebelum Covid-19 dengan minyak mentah Brent diperdagangkan sekitar USD 94 per barel di tengah kekhawatiran atas ketatnya pasokan global.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4200 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1439 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 943 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 875 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 761 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun