Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 11 Mei 2026
PVMBG Usulkan Radius KRB Dipersempit Jadi 4 Kilometer
Perkembangan Pemantauan Erupsi Gunung Agung
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengusulkan agar radius kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Agung dipersempit dari 6 kilometer menjadi 4 kilometer dari puncak kawah. Usulan tersebut didasarkan pada aktivitas Gunung Agung yang terus menunjukkan penurunan.
Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) I Gede Suantika saat ditemui di Pos Pemantauan Rendang pada Kamis (8/2/2018) mengungkapkan sampai saat ini belum terditeksi lagi sinar api dari kawah Gunung. Begitu juga suplai magma sepertinya sudah mau habis.
Jika dibandingkan dengan saat status Gunung Agung naik ke level IV (awas) pertama kali, jumlah gempa maupun analisa deformasi dan secara visual saat ini terus mengalami penurunan. "Untuk suplai magma belum terlihat lagi sinar api dari kawah, sepertinya sudah mau habis," ujar Gede Suantika.
Menurut Gede Suantika, berdasarkan hasil analisa tersebut kendati terjadi erupsi potensi bahayanya hanya berada di radius 4 kilometer. "Kayaknya kalau radius jadi 4 kilometer pasti status diturunkan juga," ungkap Gede Suantika.
Gede Suantika mengingatkan hingga saat ini, tetap saja kondisi Gunung Agung belum normal. PVMBG masih terus melakukan pemantauan selama 24 jam dan jika terjadi peningkatan pasti dengan cepat bisa diketahui dan segera diinformasikan.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1065 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 848 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 672 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 623 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik