Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Rabies Kembali Renggut Nyawa Warga Tabanan

Selasa, 31 Agustus 2010, 19:17 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

I Kadek Agus Adi Windu Wandana (9) I asal Banjar Marga Telu, Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan meregang nyawa, Selasa (31/8) dinihari sekitar pukul 02.30 di RSUD Tabanan. Bocah kelas II SD nomor 4 Lumbung ini meninggal diduga karena suspect rabies. 

Dokter Bintang Suryadi, ketua penanganan rabies center RSUD Tabanan, kemarin menjelaskan. Korban datang diantar orang tuanya yakni I Made Purnayasa (35) dan Wayan Sutiani (31) ke RSUD Tabanan Sabtu (28/8) sekitar pukul 11.30 dengan kondisi panas, mencret dan muntah-muntah yang diduga awalnya diare.

Korban pun mendaptakan perawatan di ruangan anggrek. Beberapa jam kemudian korban kemudian mengeluhkan susah untuk menelan, kaki kiri sakit agak takut dengan cahaya. Dengan ciri-ciri tersebut, pihak rumah sakit kemudian menanyakan kepada orang tua korban riwayat kesehatan korban apakah pernah digigit anjing.

Orang tua korban pun mengakui kalau korban pernah digigit anak anjing sekitar bulan Juli lalu. Sementara itu kondisi korban mulai menurun sejak hari Minggu (29/8) lalu.

Korban semakin takut dengan air dan sinar. Atas dasar itulah pihak rumah sakit menduga korban suspect rabies dan merawat korban di ruangan flamboyan khusus untuk pasien suspect rabies. Kondisi korban semakin kritis, dan akhirnya meninggal sekitar pukul 02.30 Wita, Selasa (31/8).

Untuk memastikan penyebab meninggalnya korban, pihak RSUD Tabanan telah memeriksa air liur korban, selaput kornea di laboratorium.Kita masih menunggu hasil tes lab tersebut guna mengetahui penyebab meninggalnya korban, jelas Bintang. Ia pun belum dapat memastikan korban meninggal karena rabies.

Sementara itu I Made Purnayasa ayah korban , yang ditemui di rumahnya di Banjar Marga Telu, Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat mengakui kalau anaknya pernah digigit anak anjing miliknya sekitar bulan Juli lalu.

Waktu itu dari kakinya keluar darah sedikit, dan anak saya tidak mengeluh sedikit pun, jelasnya.Dikatakannya, anaknya memang memiliki riwayat penyakit jantung sejak berumur 3 tahun.Anak saya sering mengeluh sakit di dadanya, jelasnya lirih didampingi istrinya Wayan Sutiani.Pada Sabtu (28/8) lalu anaknya mengeluh kalau sakit sesak napas, dan panas. Ia pun berusaha mengobatinya ke Puskesmas I Bajera di Selemadeg. Petugas kemudian menganjurkan agar anaknya dirawat di RSUD Tabanan.

 

Saya akhirnya bawa anak saya ke RSUD Tabanan, hari itu juga, jelasnya lirih. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami