Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Roh Gentayangan, Kuburan Massal Korban G30S PKI Dibongkar
Arsip Beritabali.com
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah sering terjadi kejadian aneh dan sulit diterima akal sehat selama bertahun-tahun, akhirnya warga Masean, Desa Batuagung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, menggelar Ngaben Mamungkah (menggali tulang belulang untuk dibakar) terhadap korban tragedi G30S/PKI tahun 1965 silam.
Pembongkaran kubur untuk mencari tulang belulang ini dilakukan pada Kamis (29/10/2015) silam. Kegiatan diawali diawali dengan upacara tertentu, selanjutnya dilakukan pembongkaran kuburan yang berada di tengah jalan aspal di Banjar Masean tepatnya di depan SDN 3 Batuagung.
Pembongkaran tersebut dimulai dari pukul 08.00 Wita sampai pukul 12.00 Wita. Setelah tulang belulang ditemukan, dikumpulkan lalu diupacarai dengan "digeseng" (bakar) di kuburan Desa Dangin Tukadaya dan selanjutnya dilarung (dihanyutkan) di pantai Desa Yeh Kuning.
“Tujuan pengabenan ini adalah untuk menyucikan roh kesembilan korban, agar mendapat tempat yang layak. Selain itu juga bertujuan membersihkan leteh atau kekotoran secara "niskala" di wewidangan (wilayah) banjar setempat. Ini berkaitan dengan kepercayaan arwah para korban yang masih gentayangan,” katanya.
Lebih Lanjut, Mantra mengatakan, menurut saksi yang masih hidup, dalam kuburan ini terdapat 11 jasad eks anggota PKI, yang terdiri dari sembilan warga lokal dan dua orang warga pendatang. Namun kini kuburan tersebut tinggal sembilan orang karena yang dua orang sudah dibongkar dan diaben pihak keluarganya pada tahun 1984 silam.
“Sehingga sekarang masih tersisa 9. Namun dua orang diantaranya tidak diketahui dimana asal dan keluarganya siapa. Tapi menurut saksi katanya korban bernama Pugig dan Wayan Dandra asalnya dari Lelateng dan Pandak,” katanya.
Menurut Ida Bagus Kerende (90) saksi hidup adanya kuburan korban G30SPKI tersebut, peristiwa itu terjadi setelah peristiwa G30S/PKI di Jawa. Adapun orang-orang yang dibunuh saat itu bernama Ida Bagus Kade Putra, Ida Bagus Komang Suja, Ida Bagus Putu Sedana, I Gusti Putu Wira, Gusti Putu Sandra, Gusti Kade Oka, dan Ketut Sundia yang semuanya ini adalah warga Banjar Masean.
Sementara dua orang lagi dikatakan orang asal Desa Pandak dan Kelurahan Lelateng yakni, Pugig dan Wayan Dandra. (sumber: litbang/arsip Beritabali.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1534 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1155 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1005 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 883 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah