Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Satgas Stunting Bali lakukan monev di Kabupaten Bangli
Kasus Stunting 11,8 Persen
BERITABALI.COM, BANGLI.
Kendati pravelensi stunting di Provinsi Bali sebesar 10,9% yang sudah di bawah rata-rata nasional (14,4%), Perwakilan BKKBN Provinsi Bali masih terus menggenjot seluruh Kabupaten/Kota untuk meningkatakan upaya percepatan penurunan angka stunting hingga Provinsi Bali ‘Bebas’ stunting.
Mendukung upaya tersebut, Satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting (Satgas Stunting) Provinsi Bali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) percepatan penurunan angka stunting di Kantor Bupati Kabupaten Bangli pada Kamis (19/05).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, dr. Ni Luh Sukardiasih, MARS., M.For., dalam pembukaan monev satgas stunting Kab Bangli menjelaskan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah 5 tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK).
Stunting berisiko menghambat pertumbuhan fisik dan kerentanan anak terhadap penyakit, juga menghambat perkembangan kognitif yang akan berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan.
“Presiden Jokowi telah memberikan amanat Kepada Kepala BKKBN sebagai Ketua Pelaksanan Percepatan Penurunan Stunting di tingkat Nasional. Kita diberikan tugas menurunkan angka stunting dari 24,4 % menjadi 14,4 % pada Tahun 2024,” jelasnya.
Ditambahkan olehnya bahwa percepatan penurunan stunting memerlukan intervensi yang konvergen meliputi intervensi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung dan intervensi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung.
“Penyelenggaraan intervensi yang konvergen yaitu terintegrasi, terkoordinir dan bersama-sama untuk menyasar kelompok prioritas di lokasi prioritas merupakan kunci keberhasilan percepatan penurunan stunting. Untuk itu kegiatan monitoring dan evaluasi penting dilaksanakan untuk mengintegrasikan program kegiatan yang ada di tingkat kabupaten/kota yang diselenggarakan oleh TPPS kabupaten/kota dan kecamatan,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati I Wayan Diar, S.ST.Par menjelaskan bahwa upaya pemerintah Kab Bangli dalam menekan angka stunting di wilayahnya dengan mengajak seluruh pihak ikut serta menjalankan program percepatan penurunan angka stunting.
“Prevelensi Stunting di Kab Bangli saat ini adalah 11, 8% jika dilihat ini masih di atas rata-rata Provinsi Bali yaitu 10,9 %. Tentunya kita perlu meningkatkan kinerja hingga tingkat Desa, kami mengajak seluruh pihak untuk ikut serta menjalankan program penurunan stunting ini, kita berharap stunting di Bangli bisa turun hingga sekitar 2%,” ungkap Wakil Bupati Bangli.
Wakil Bupati I Wayan Diar, S.ST.Par berharap dengan adanya pertemuan ini, Pemerintah Kab Bangli mendapatkan data yang bisa menjadi dasar untuk menjalankan program Percepatan Stunting di Kab Bangli dan dapat mengukur keberhasilan serta kekurangan penanganan stunting yang telah berjalan.
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5834 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2564 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2191 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan