Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Satgas Stunting Bali lakukan monev di Kabupaten Bangli
Kasus Stunting 11,8 Persen
BERITABALI.COM, BANGLI.
Kendati pravelensi stunting di Provinsi Bali sebesar 10,9% yang sudah di bawah rata-rata nasional (14,4%), Perwakilan BKKBN Provinsi Bali masih terus menggenjot seluruh Kabupaten/Kota untuk meningkatakan upaya percepatan penurunan angka stunting hingga Provinsi Bali ‘Bebas’ stunting.
Mendukung upaya tersebut, Satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting (Satgas Stunting) Provinsi Bali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) percepatan penurunan angka stunting di Kantor Bupati Kabupaten Bangli pada Kamis (19/05).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, dr. Ni Luh Sukardiasih, MARS., M.For., dalam pembukaan monev satgas stunting Kab Bangli menjelaskan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah 5 tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK).
Stunting berisiko menghambat pertumbuhan fisik dan kerentanan anak terhadap penyakit, juga menghambat perkembangan kognitif yang akan berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan.
“Presiden Jokowi telah memberikan amanat Kepada Kepala BKKBN sebagai Ketua Pelaksanan Percepatan Penurunan Stunting di tingkat Nasional. Kita diberikan tugas menurunkan angka stunting dari 24,4 % menjadi 14,4 % pada Tahun 2024,” jelasnya.
Ditambahkan olehnya bahwa percepatan penurunan stunting memerlukan intervensi yang konvergen meliputi intervensi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung dan intervensi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung.
“Penyelenggaraan intervensi yang konvergen yaitu terintegrasi, terkoordinir dan bersama-sama untuk menyasar kelompok prioritas di lokasi prioritas merupakan kunci keberhasilan percepatan penurunan stunting. Untuk itu kegiatan monitoring dan evaluasi penting dilaksanakan untuk mengintegrasikan program kegiatan yang ada di tingkat kabupaten/kota yang diselenggarakan oleh TPPS kabupaten/kota dan kecamatan,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati I Wayan Diar, S.ST.Par menjelaskan bahwa upaya pemerintah Kab Bangli dalam menekan angka stunting di wilayahnya dengan mengajak seluruh pihak ikut serta menjalankan program percepatan penurunan angka stunting.
“Prevelensi Stunting di Kab Bangli saat ini adalah 11, 8% jika dilihat ini masih di atas rata-rata Provinsi Bali yaitu 10,9 %. Tentunya kita perlu meningkatkan kinerja hingga tingkat Desa, kami mengajak seluruh pihak untuk ikut serta menjalankan program penurunan stunting ini, kita berharap stunting di Bangli bisa turun hingga sekitar 2%,” ungkap Wakil Bupati Bangli.
Wakil Bupati I Wayan Diar, S.ST.Par berharap dengan adanya pertemuan ini, Pemerintah Kab Bangli mendapatkan data yang bisa menjadi dasar untuk menjalankan program Percepatan Stunting di Kab Bangli dan dapat mengukur keberhasilan serta kekurangan penanganan stunting yang telah berjalan.
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3018 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2070 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2039 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1822 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun