Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Sepasang Kekasih Tertangkap Basah Kuburkan Jasad Bayi
BERITABALI.COM, NTB.
MW (27 tahun), perempuan penghuni salah satu kamar kos di wilayah Mande Kota Bima diamankan polisi karena tertangkap basah menyimpan jasad bayi di dalam kamarnya.
Jasad bayi terbungkus kresek warna merah diduga korban aborsi tersebut rencana akan dikuburkan di pekuburan wilayah Mande.
Olah TKP oleh Tim Identifikasi Polres Bima Kota dilakukan, Kamis (16/6). Bayi tersebut diketahui meninggal sesaat setelah dilahirkan oleh MW.
Kasi Humas Polres Bima Kota, Iptu Jufri Rama menjelaskan, berdasarkan fakta peristiwa sebagaimana keterangan ibu bayi, pada Rabu (15/6) tengah malam, MW ibu dari bayi tersebut, merasakan sakit di perutnya.
Sesaat kemudian MW menelpon S yang tidak lain adalah kekasihnya. Tidak lama kemudian pacarnya tiba di kos tersebut.
Lalu MW menghubungi A, temannya. Mereka sepakat MW melahirkan di rumahnya A di wilayah Rite, Kecamatan Raba, Kota Bima.
“Sekitar pukul 02.00 Wita dini hari tadi, MW melahirkan. Sayangnya bayi mungil berjenis kelamin laki-laki itu, sudah dalam keadaan meninggal dunia,” terang Kasi Humas.
Masih kata Jufrin, rencana awal, jasad bayi dikuburkan di wilayah Rite, Kecamatan Raba dekat rumah A temannya. Namun A menolak karena takut.
Akhirnya pasangan kekasih MW dan S itupun sepakat menguburkan bayi yang sudah dibungkus kresek merah tersebut, di pekuburan wilayah Mande.
Namun sayang, niat buruk mereka tersebut lebih dulu diketahui sejumlah saksi yang langsung melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas setempat.
Mayat bayi tersebut, tersimpan di dalam sebuah kantong plastik berwarna merah yang diperkirakan berusia 9 bulan.
MW ibu bayi yang berasal dari Kecamatan Wawo Kabupaten Bima merupakan mahasiswi di sebuah Perguruan Tinggi Swasta (PTS). MW juga diketahui bekerja di sebuah restoran di Kota Bima.
Penghuni kos lain awalnya curiga dengan kondisi mahasiswi yang tinggal di kos dalam kondisi dicurigai hamil tapi tidak diketahui melahirkan.
Ketika didatangi, warga bertanya posisi bayi yang dilahirkannya. Namun MW mengaku, sudah dititipkan ke keluarganya di Kelurahan Melayu Asakota Bima.
Merasa curiga, warga langsung masuk ke dalam kos dan melihat kantong plastik berwarna merah. Setelah dibuka, ternyata berisi bayi yang sudah meninggal.
Warga kemudian melaporkan ke polisi, yang kemudian langsung mendatangi lokasi dan melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Beberapa barang bukti diamankan, seperti obat penggugur kandungan, softex, pakaian, minyak kayu putih, minyak cengkeh yang turut dimasukan dalam kresek plastik tersebut.
“Untuk saat ini kasus jasad bayi ini masih dalam pengembangan lebih lanjut, sejumlah saksi akan dimintai keterangan,” tutup Kasi Humas.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1103 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 872 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 693 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 644 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik