Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Serang Puluhan Bayi di Eropa, Apa Saja Gejala Infeksi Echovirus-11?
BERITABALI.COM, DUNIA.
Puluhan bayi di sejumlah negara Eropa terserang penyakit mematikan akibat Echovirus. Apa saja gejala infeksi Echovirus-11 yang kini jadi sorotan di Eropa?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan soal penyebaran Echovirus-11 yang mematikan.
"Hal ini dianggap tidak biasa karena perburukan kondisi sangat cepat dan tingkat kematian yang tinggi di antara bayi-bayi yang terdampak," ujar WHO, mengutip Healthnews.
Apa itu Echovirus-11?
Echovirus merupakan salah satu jenis Enterovirus. Nama terakhir adalah virus yang umumnya menyerang sistem pencernaan.
Sebagian besar orang yang terinfeksi akan mengeluarkan gejala ringan. Namun dalam beberapa kasus, infeksi Echovirus-11 juga bisa memicu keparahan, utamanya pada anak dan bayi sebagaimana yang terjadi di Eropa.
Sebagian besar Echovirus menyebar melalui kontak dengan kotoran. Mengutip WebMD, bayi baru lahir bisa terpapar virus tersebut dari ibu selama proses persalinan.
Virus mungkin tak menimbulkan gejala apa pun pada saluran pencernaan. Namun, virus dapat menyebabkan infeksi berbahaya, utamanya pada mereka dengan sistem imun yang lemah.
Gejala infeksi Echovirus-11
Paparan Echovirus-11 pada bayi yang baru lahir dapat menyebabkan sejumlah kondisi yang mengancam jiwa. Berikut di antaranya.
1. Sepsis, atau respons infeksi di seluruh tubuh yang bisa berakibat fatal.
2. Meningoensefalitis, atau pembengkakan selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang.
3. Miokarditis, atau peradangan pada otot jantung.
4. Hepatitis, atau peradangan pada organ hati.
5. Ensefalitis, atau pembengkakan pada otak.
Gejala Echovirus-11 pada bayi dan dewasa umumnya sama. Berikut di antaranya:
- demam,
- diare,
- ruam,
- penyakit kuning,
- hidung tersumbat,
- batuk,
- sakit kepala.
Kemunculan gejala akan bervariasi pada setiap orang yang terinfeksi. Pada beberapa orang, gejala muncul bertahap. Sementara pada beberapa lainnya, gejala bisa bermunculan dengan cepat.
Namun pada bayi, gejala infeksi Echovirus-11 cenderung lebih cepat berkembang.
Perlu diingat bahwa komplikasi infeksi Echovirus-11 seperti yang ramai di Eropa bisa sangat mematikan. Infeksi bisa merusak jantung, hati, atau ginjal.
Sumber : CNN Indonesia
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4411 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1891 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1507 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 995 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 927 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun