Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Serang Puluhan Bayi di Eropa, Apa Saja Gejala Infeksi Echovirus-11?
BERITABALI.COM, DUNIA.
Puluhan bayi di sejumlah negara Eropa terserang penyakit mematikan akibat Echovirus. Apa saja gejala infeksi Echovirus-11 yang kini jadi sorotan di Eropa?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan soal penyebaran Echovirus-11 yang mematikan.
"Hal ini dianggap tidak biasa karena perburukan kondisi sangat cepat dan tingkat kematian yang tinggi di antara bayi-bayi yang terdampak," ujar WHO, mengutip Healthnews.
Apa itu Echovirus-11?
Echovirus merupakan salah satu jenis Enterovirus. Nama terakhir adalah virus yang umumnya menyerang sistem pencernaan.
Sebagian besar orang yang terinfeksi akan mengeluarkan gejala ringan. Namun dalam beberapa kasus, infeksi Echovirus-11 juga bisa memicu keparahan, utamanya pada anak dan bayi sebagaimana yang terjadi di Eropa.
Sebagian besar Echovirus menyebar melalui kontak dengan kotoran. Mengutip WebMD, bayi baru lahir bisa terpapar virus tersebut dari ibu selama proses persalinan.
Virus mungkin tak menimbulkan gejala apa pun pada saluran pencernaan. Namun, virus dapat menyebabkan infeksi berbahaya, utamanya pada mereka dengan sistem imun yang lemah.
Gejala infeksi Echovirus-11
Paparan Echovirus-11 pada bayi yang baru lahir dapat menyebabkan sejumlah kondisi yang mengancam jiwa. Berikut di antaranya.
1. Sepsis, atau respons infeksi di seluruh tubuh yang bisa berakibat fatal.
2. Meningoensefalitis, atau pembengkakan selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang.
3. Miokarditis, atau peradangan pada otot jantung.
4. Hepatitis, atau peradangan pada organ hati.
5. Ensefalitis, atau pembengkakan pada otak.
Gejala Echovirus-11 pada bayi dan dewasa umumnya sama. Berikut di antaranya:
- demam,
- diare,
- ruam,
- penyakit kuning,
- hidung tersumbat,
- batuk,
- sakit kepala.
Kemunculan gejala akan bervariasi pada setiap orang yang terinfeksi. Pada beberapa orang, gejala muncul bertahap. Sementara pada beberapa lainnya, gejala bisa bermunculan dengan cepat.
Namun pada bayi, gejala infeksi Echovirus-11 cenderung lebih cepat berkembang.
Perlu diingat bahwa komplikasi infeksi Echovirus-11 seperti yang ramai di Eropa bisa sangat mematikan. Infeksi bisa merusak jantung, hati, atau ginjal.
Sumber : CNN Indonesia
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1977 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1802 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1334 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1211 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah