Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Serap Hasil Petani Arak Tradisional, Perbekel di Karangasem Luncurkan Arak Poleng
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Setelah dikenal lewat aplikasi Smart Desa, kini Desa Duda Timur kembali melebarkan sayapnya dengan meluncurkan produk arak bali yang dinamai "Arak Poleng".
Peluncuran produk arak tersebut berlangsung hari ini, Rabu (1/2/2023) bertempat di areal Pasraman Mulat Sarira, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.
Ada beberapa varian arak poleng yang diluncurkan, yaitu arak salak, arak jaka (enau) dan arak mente hingga arak ental (lontar). Arak-arak tersebut diambil dari sejumlah perajin arak tradisional lokal yang ada di Desa Duda Timur serta beberapa perajin arak tradisional di wilayah Kecamatan Kubu kemudian disuling kembali sebelum akhirnya dikemas menggunakan botol kaca estetik.
Perbekel Desa Duda Timur, I Gede Pawana mengatakan, diluncurkannya arak poleng disamping untuk membawa nama arak Bali agar lebih dikenal juga atas dasar kondisi perajin arak tradisional khususnya di Desa Duda Timur. Selama ini dengan adanya Pergub Bali tentang destilasi arak Bali cukup disambut gembira oleh perajin hanya saja belum dirasakan langsung oleh perajin.
"Petani arak di Duda Timur ini menjual hasil produksinya masih kepada masyarakat lokal saja, sehingga secara umum belum menyentuh industri pariwisata, ini yang belum karena belum ada standarisasi baik dari sisi kualitas maupun pengemasan, atas kondisi ini petani-petani Arak akhirya dikumpulkan dan di gabungkan menjadi satu wadah yaitu Koperasi dan muncullah nama produk arak poleng, sesuai namanya karena Koperasi ini terdiri banyak petani dan perajin arak, " kata Pawana.
Pawana berharap, Arak Poleng ini nantinya bisa diterima. Pihaknya juga sudah melakukan penjajakan terhadap 20 hotel tentang produk arak Poleng. Beberapa dari mereka sudah mulai ingin mencoba arak poleng.
"Mudah-mudahan bisa berlanjut, sehingga arak poleng nantinya bisa diterima di hotel-hotel," ujarnya.
"Intinya bagaimana hasil petani Arak ini bisa kita serap, kita tidak membangun perusahaan pabrik tapi kita yang ambil hasil arak dari petani, mereka tetap membuat sendiri araknya, jadi arak-arak yang dibuat secara tradisional ini akan kita tampung, kemudian dikembangkan dan dikemas dengan baik," ujar Pawana.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1539 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1161 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1008 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 887 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah