Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Suami Aniaya Istri hingga Tewas di Depan Anaknya
BERITABALI.COM, NTB.
Seorang istri berinisial HF (36 tahun) warga Dusun Kanco, Desa Ncera, Kabupaten Bima meregang nyawa di tangan suaminya berinisial JL.
Ia meninggal dunia setelah dianiaya sekitar pukul 19.00 WITA, Kamis (24/6). Mirisnya, pelaku JL menganiaya korban di hadapan anak kandungnya.
Kasat Reskrim Polres Bima, Iptu Adhar menerangkan, awalnya korban dan pelaku cekcok. Karena tidak bisa menahan emosi, suami korban langsung memukul.
"Korban juga dibanting berkali-kali di atas ruang tamu rumahnya," ungkap Adhar, Jumat (25/6).
Akibatnya, korban mengalami luka memar pelipis kiri, patah leher, dan patah tulang punggung. Saat dianiaya, anak korban yang sedang duduk di rumah bibinya karena mendengar orang tuanya cekcok. Sesampainya di rumah anak korban melihat sang Ibu sudah tergeletak dan sempat mengatakan kepada anaknya "saya tidak kuat lagi anakku, kamu dan adikmu hidup saja dengan bapakmu".
“Korban sempat dibawa ke Puskesmas oleh keluarganya namun lukanya parah sehingga dirujuk ke rumah sakit Bima,” terangnya.
Walaupun sempat mendapatkan penanganan medis, nyawa korban tidak bisa tertolong. Korban menghembuskan nafas terakhir di RSUD Bima sekitar pukul 13.00 WITA.
"Pelaku sudah kami tangkap tanpa perlawanan dan saat ini sedang diperiksa lebih lanjut," tandasnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Pol Hari Brata mengatakan, pelaku menganiaya istrinya Sarifah dengan menggunakan tangan kosong.
"Pelaku dengan menggunakan tangan beberapa kali sehingga korban jatuh tersungkur," kata Hari pada Jumat (25/6).
Istri pelaku sempat melawan dengan cara menarik kemaluan pelaku namun pelaku justru mencekik leher korban dan memutarnya.
"Pelaku mencekik leher korban dan memutarnya hingga korban pingsan," ujar Hari Brata.
Beberapa saat kemudian korban tewas dan suaminya langsung kabur. Adapun penyebab penganiayaan saat itu karena terjadi percekcokan akibat istri pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Masalahnya adalah soal menerima pekerjaan dari orang lain namun di satu sisi ada pekerjaan bersama suami yang harus diselesaikan.
"Suaminya sakit hati kepada istrinya karena hari itu ada pekerjaan yang harus diselesaikan bersama suaminya namun istrinya mengambil gaji dari orang lain sehingga suaminya menyuruh kembalikan uang. Namun istrinya tidak mau sehingga terjadi percekcokan," kata dia.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1183 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 923 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 756 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 690 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik