Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 18 Mei 2026
Tahun Politik, Pemkab Jembrana Tetap Gelar Lomba Ogoh-Ogoh
Sabtu, 12 Januari 2019,
07:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Meski memasuki tahun politik, Pemerintah Kabupaten Jembrana tetap akan menyelenggarakan lomba ogoh-ogoh jelang hari raya suci Nyepi tahun 2019.
Keputusan ini juga diambil setelah berkordinasi dengan PHDI Jembrana, yang tetap mengijinkan lomba ogoh ogoh tetap digelar. Hanya saja ada beberapa regulasi yang ditekankan kepada seluruh peserta, mengantisipasi suasana tahun politik yang tengah berlangsung.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan di Jembrana, jumat (11/1). “lomba ogoh-ogoh tetap kita selenggarakan, untuk anggaran juga sudah disiapkan.
Ini bertujuan untuk melestarikan budaya Bali serta mendorong kreativitas generasi muda, “ujar Kembang yang juga salah satu inisiator lomba ogoh-ogoh antar sekehe teruna di Jembrana.
Demi menjaga suasana tetap kondusif, terlebih memasuki tahun politik pihaknya akan bekerjasama dengan TNI Polri, PHDI unsur desa adat serta pecalang,agar lomba berlangsung kondusif sesuai dengan tujuan besarnya.
“Tentunya ada aturan yang harus dipatuhi mengacu kriteria lomba. Seperti menjauhi atribut politik dalam pembuatan ogoh-ogoh. Kita ingin lomba ogoh-ogoh yang sudah menjadi ritual ini tetap berjalan lancar,” tandas Kembang.
Hal senada disampaikan Ketua PHDI Jembrana, I Komang Arsana. Berdasarkan rapat yang diambil PHDI melibatkan bendesa, majelis serta sulinggih, ogoh-ogoh tetap akan dilangsungkan.
Hal ini disebutnya tidak hanya bentuk pelestarian budaya, tapi sudah merupakan rangkaian sakral upacara tawur kesanga serta hari raya Nyepi.
”Kita akan terbitkan surat edaran, regulasi, agar prosesi tertib, tidak gaduh serta dijauhkan dari unsur politik,” sebutnya.
Sementara guna mendukung peraturan gubernur No. 97 tahun 2018 yang menyebut larangan penggunaan tiga bahan dasar plastik, salah satunya styrofoam, panitia lomba juga akan mengakomodir dalam regulasi pembuatan ogoh-ogoh.
Bahan bahan pembuatan ogoh-ogoh harus berbahan ramah lingkungan. Penggunaan bahan styrofoam dan plastik tidak diperkenankan karena dampaknya berbahaya bagi lingkungan.
Berita Premium
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1534 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1155 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1005 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 883 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026