Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Tak Kuat Nanjak, Truk Muat Koral Terperosok di Tukad Petanu
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan truk DK 9567 KJ terperosok ke bantaran sungai Petanu, sebelah timur Hotel Maya Jalan Raya Gunung Sari, Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, terjadi pada Selasa (14/12) sekitar Pukul 12.30 WITA.
TKP merupakan jalur rawan kecelakaan. Tempat yang sama dengan jatuhnya pemotor ibu rumah tangga bersama mertua dan anaknya beberapa waktu lalu.
Informasi dihimpun, truk muatan koral ini mulanya turun dari arah timur. Setelah melewati jembatan, truk diduga tak kuat nanjak. Menyebabkan As pendek patah hingga roda belakang mundur dan terperosok di TKP.
Truk yang dikemudikan oleh sopir I Wayan Buda, 35, asal Banjar Mundukwaru, Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Bangli ini mengangkut koral. Sopir Wayan Buda juga mengajak 3 tukang. Satu orang di samping kemudi setir sementara dua orang lagi di atas muatan koral. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Kapolsek Ubud AKP I Made Tama mengatakan, 4 orang termasuk sopir menyelamatkan diri dengan cara melompat. Truk juga tidak sampai jatuh, masih nyangkut sehingga memungkinkan sopir dan kernet melompat tanpa luka.
Sedangkan 2 orang lainnya menyelamatkan diri dengan melompat dari bak truk yang bermuatan koral. Lompatan ini menyebabkan salah satu dari dua penumpang, yakni Ni Ketut Nuriani,50, mengalami sakit di pinggang. Sedangkan Ni Ketut Pitet, 50, selamat tanpa luka.
Menurut Kapolsek Ubud, AKP Made Tama, truk itu melaju dari arah Kintamani, Kabupaten Bangli hendak mengirim koral ke Ubud.
"Truk dari Timur, pas menanjak, tidak kuat, akhirnya jalan mundur terperosok ke tepi jurang," ujar Tama.
Bagian bak truk miring ke jurang dengan posisi kepala di atas. "Sudah ada tim yang mengevakuasi. Kami mengamankan jalur," terangnya.
Tama mengaku, lokasi kejadian rawan. Sebelumnya, kecelakaan menimpa ibu yang naik motor bersama mertua dan anaknya. Sang ibu dan mertua ditemukan meninggal dan si anak selamat.
"Ya itu lokasinya sama dengan kecelakaan ibu. Cuma sekarang korban tidak ada," jelasnya.
Tama menambahkan, di lokasi kejadian saat ini sudah dipasang pengaman sisi tebing.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Gianyar, Wayan Suamba, mengaku jalur tersebut sudah dipasangi pengamanan jurang berupa guadrill.
"Itu sudah dipasang oleh PUPR (Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, red)," terangnya.
Namun karena di lokasi itu rawan kecelakaan, pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi terhadap pemetaan jalan. "Ya, nanti dikaji," jelasnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1534 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1155 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1005 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 883 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah