Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Uang Ganti Rugi Tol Gilmanuk-Mengwi Agar Tidak Disalahgunakan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Bupati Jembrana Nengah Tamba optimistis Tahapan proyek pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi kini sudah hampir mencapail final.
Jalan tol yang nantinya dibangun di barat Jembrana bisa mengubah wajah Bali Barat yang dulunya biasa biasa saja akan menjadi luar biasa.
Menurut Owner PT Utama Inisial Jalan Tol dan PT Kios Tito Sulistiyo di sela sela pemantauan gedung museum dan teluk Gilimanuk Senin (06/09/2021) mengatakan, rencana tol tersebut akan melewati tiga kabupaten yakni Jembrana, Tabanan dan Badung itu melewati sekitar 57 desa.
Diantaranya 33 desa di Jembrana, 22 desa di Tabanan dan 2 desa di Badung.
Sulistyo menambahkan, jalan tol itu adalah proyek pemerintah bekerjasama dengan pihak swasta sehingga ada proses yang harus dijalani. Pengerjaan proyek jalan tol ini tentunya ada proses tender dengan tujuan harga terendah.
"Kami berharap akhir bulan ini yang sudah masuk dokumen terakhir. Untuk Minggu pertama di bulan Oktober sehingga proses negosiasi di November sudah selesai. Kuartal tahun sudah terlaksana, suport Bupati Jembrana sangat antusias, termasuk taman Kerthi sekarang sedang di proses, yaitu legalisasinya. Termasuk tata ruang dan yang lainnya. Hal ini 19 proyek sudah mulai," jelas Sulistiyo.
Disinggung terkait proses pembebasan lahan Sulistiyo mengatakan, ini dalam proses berjalan. Pembebasan lahan itu menjadi milik swasta, sehingga jika terealisasi maka akan jadi milik pemerintah. Pihaknya hanya sebatas mengoperasikan. Untuk eksekusi dan pelaksanaan oleh pemerintah melalui Kementerian PUPR.
Terkait pembebasan lahan, Bupati Jembrana I Nengah Tamba menambahkan, nantinya akan dilakukan proses ganti untung. Harapan seluruh masyarakat Jembrana yang lahannya kena pembebasan akan dipertemukan. Dengan tujuan agar jangan sampai masyarakat dapat uang pembebasan dan bagi untung uangnya malah disalahgunakan.
"Harapan dengan mendapatkan uang tersebut masyarakat bisa membeli aset lahan lagi yang tanahnya tidak kena dampak tersebut. Sehingga nilai uangnya menjadi produktif. Mewanti-wanti jangan sampai ini disalahgunakan," tegas Tamba.
Tamba menegaskan jika dalam proses pembebasan lahan tidak ada makelar yang ikut bermain. Pihaknya menegaskan, tunggu instruksi dari bupati. Dimana pemilik tanah akan dipanggil langsung oleh para pembayar lahan.
"Jelas tanpa iming-iming ini dan itu yang justru menimbulkan kericuhan. Harapan ini bisa berjalan bagus sesuai tujuan membuat jalan tol itu mempermudah akses jalan bagi masyarakat Jembrana itu sendiri," tegas Tamba.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1534 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1155 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1005 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 883 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah