Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 22 Mei 2026
Ukraina Mengklaim Rudal Kapal Perang Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ukraina mengklaim pasukannya menyerang satu kapal perang Rusia di Laut Hitam menggunakan rudal pada Rabu (13/4). Menurut mereka, ini merupakan kejutan bagi Rusia.
"Rudal Neptunus di Laut Hitam menyebabkan kerusakan serius terhadap kapal Rusia itu. Kemenangan untuk Ukraina!" kata Gubernur Odessa, Maksym Marchenko, melalui Telegram.
Seorang penasihat kepresidenan Ukraina, Oleksiy Arestovych, mengatakan bahwa serangan ke kapal Moskva ini merupakan "sebuah kejutan terhadap kapal Rusia di Laut Hitam."
"Kapal itu terbakar hebat saat ini. Dengan laut yang sedang bergelombang, tak diketahui mereka bisa diselamatkan atau tidak. Ada 510 kru di dalamnya. Kami tak tahu apa yang terjadi," ucap Arestovych.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi langsung dari militer Rusia mengenai serangan rudal pasukan Ukraina tersebut.
Kapal Moskva sendiri sempat menyedot perhatian di awal invasi Rusia ke Ukraina. Saat itu, kapal tersebut dikabarkan mulai mendekati salah satu pulau strategis Ukraina.
Para kru kapal Rusia itu mendesak agar pasukan Ukraina menyerah.
Namun, pasukan Ukraina membentak kru kapal tersebut dengan berteriak, "Persetan, pergilah!"
Odessa memang merupakan salah satu kota pelabuhan yang strategis karena terletak di dekat Laut Hitam, jalur perlintasan kapal di selatan Ukraina.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1946 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1761 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1308 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1181 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah