Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Usai Sudhi Wadani, Ini Nama Bali Sukmawati
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Putri Presiden Soekarno, Diah Mutiara Sukmawati Sukarnoputri resmi menyandang nama Bali 'Ratu Niang Sukmawati' setelah pelaksanaan prosesi Sudhi Wadani.
Dalam jumpa pers di The Soekarno Center, Desa Adat Mancawarna, Tampaksiring, Gianyar, Bali, Selasa (26/10) sore, putri ketiga Proklamator RI Dr Ir Soekarno ini mengaku tepat di usia 70 tahun berketetapan hati kembali pada Agama leluhur yakni eyang putrinya Ida Ayu Nyoman Rai Srimben.
Namun pergolakan untuk memeluk Hindu sudah dirasakan selama 66 tahun terakhir. Berawal saat Sukmawati di usia 4 tahun, merasa layak menjadi penari Bali.
"Jadi di usia ini, saya sudah berketetapan hati kembali ke Agama leluhur," ungkapnya didampingi senator DPD RI Dr IGN Arya Wedakarna MWS dan anaknya. Sukmawati mengaku sejak kecil sudah cinta terhadap seni budaya Bali.
"Ini merupakan suatu proses perjalanan panjang menjadi Hindu Bali. Kurang lebih 66 tahun, proses panjang memutuskan sebagai penganut Hindu," jelasnya.
Mengenai nama Ratu Niang, Sukmawati meminta Arya Wedakarna untuk menjelaskan. "Ini saya kira pak Arya yang jelaskan deh," ujarnya.
Menurut Arya Wedakarna, nama Ratu Niang bukan hal berlebihan bagi sosok Sukmawati yang cucu Ida Ayu Nyoman Rai Srimben, putri Proklamator RI Soekarno, serta pernah hidup di keraton.
"Maka dari itu tidak ada suatu hal yang surprise. Niang itu nenek, ninik. Ratu merupakan tanda kehormatan. Seperti kita di Bali, memanggil Ratu Biang. Tapi, mau dipanggil mba, ibu terserah saja," ujarnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1534 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1155 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1005 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 883 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah