Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Viral Buser Lari di Sidetapa, Polres Buleleng Beri Klarifikasi

Kamis, 4 Desember 2025, 09:59 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/medsos/Viral Buser Lari di Sidetapa, Polres Buleleng Beri Klarifikasi.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Sebuah unggahan di Facebook menyebutkan 15 buser Polres Buleleng lari terbirit-birit keluar dari Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, saat menangani kasus penggelapan mobil.

Narasi itu diunggah oleh pemilik akun Facebook @Rahayu Ningsih, di grup INFO DENPASAR-BALI, sekitar dua hari yang lalu. Berikut narasinya: '15 buser reskrim polres buleleng tunggang langgan terbirit birit keluar dari desa sidatapa, kapolres buleleng diminta bentuk tim khusus yang lebih memiliki nyali untuk mengayomi masyartakan korban penggelapan mobil'.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalind Diaz menegaskan, pihak yang dimaksud dalam postingan tersebut bukanlah buser yang bertugas di Polres Buleleng. Melainkan sebuah organisasi yang mencatut nama 'Buser'.

“Itu bukan Buser Polres Buleleng. Melainkan sebuah organisasi yang memakai kata ‘Buser’. Mereka bukan polisi. Buser kami yang bertugas di Polres Buleleng bernyali semua kok," tegasnya, Kamis (4/12).

Iptu Yohana menyebut, berdasarkan hasil penyelidikan, 15 orang yang datang ke Desa Sidetapa itu tergabung dalam kelompok Buser Rentcar Nasional (BRN). Mereka datang untuk mencari sebuah mobil yang diduga terkait tindak pidana penggelapan. Namun, kehadiran rombongan tersebut justru memicu kesalahpahaman sehingga membuat mereka dikeroyok oleh warga setempat.

Rombongan itu kemudian lari menyelamatkan diri keluar desa dan selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Buleleng.

“Setelah laporan masuk, Sat Reskrim bersama tim Goak Poleng, Buser Polres Buleleng yang asli langsung bergerak. Hasilnya, kami mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Expander hitam sesuai surat perintah penyitaan,” jelas Iptu Yohana.

Terkait maraknya postingan yang tidak sesuai fakta, Iptu Yohana menyebut penggunaan media sosial memang kerap disalahgunakan untuk membangun opini liar tanpa dasar.

“Itu narasi framing. Akun yang memposting diduga palsu. Sedangkan foto yang digunakan sebagai pemilik kendaraan perlu pemeriksaan lebih lanjut. Poin terpentingnya, fakta sudah kami paparkan dan mobil sudah kami amankan,” tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami