Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Wanita Ini Alami Halusinasi Setelah Digigit Laba-Laba
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang wanita di Virginia mengalami halusinasi setelah digigit laba-laba beracun dan mengira ajalnya segera tiba setelah melihat ukuran bibir membesar tiga kali lipat.
Menyadur Independent Jumat (8/10/2021), Sherri Maddox digigit brown recluse spider atau laba-laba pertapa cokelat saat menyusuri sungai dengan kayak.
Kala itu, ia menyusuri Sungai Staunton selama 10 jam. Ia menyadari telah digigit laba-laba tapi tak menyadari betapa seriusnya gigitan itu.
Hingga keesokan harinya, ia masih merasakan sakit dan bibirnya jadi sangat bengkak. Ia segera mencari antibiotik dan langsung menyadari kondisine sangat serius.
“Saya hampir berusia 50 tahun dan sudah mengapung di Sungai Staunton sejak bisa berenang, umur 6 tahun,” kata Maddox kepada Fox News.
"Saya hanya berdoa saya tidak akan mati karena saya mendengar cerita horor dan Anda melihat di internet dan melihat semua hal ini."
Pada satu titik, Maddox berhalusinasi dan tak sadar telah dipindahkan dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain. Ia hanya membayangkan masih berada di rumahnya.
Awalnya dia mengira itu karena obat penghilang rasa sakit yang ia minum, tapi ia mendengar dari beberapa orang bahwa itu karena racun laba-laba.
Setelah dirawat di rumah sakit, dokter menyadari bahwa gigitan itu berasal dari laba-laba pertapa coklat, yang juga dikenal sebagai 'laba-laba biola'.
Laba-laba pertapa coklat termasuk di antara sejumlah kecil laba-laba berbisa di AS.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 582 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 453 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan