Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Wanita Ini Depresi Ketika Suaminya Operasi Ganti Kelamin
BERITABALI.COM, DUNIA.
Karen Ranney duduk terdiam di kantor penasihat gender ketika suaminya akan menjalani operasi ganti kelamin. Ia belum bisa mencerna semua hal yang terjadi.
“Saya mengenal homoseksual, biseksual dan lesbian di dunia tari dan saya tidak berpikiran tertutup," ujar mantan penari profesional itu.
Menyadur New York Post Kamis (14/10/2021), meskipun dunianya beragam, ia menyadari bahwa LGBT bukan bagian dari hidupnya. "Aku tahu itu bukan untukku," ujar wanita yang kisah hidupnya dituangkan dalam sebuah memoar ini.
Neddy, nama samaran suaminya memilih operasi ganti kelamin ketika hubungan mereka berjalan di tahun ke-17. Saat itu anak pertama mereka baru berusia 4 tahun dan adiknya setahun.
Suaminya yang kembali dari perjalanan bisnis menanggalkan pakaian dan dia melihat rambut di tubuh Neddy telah dicukur. “Neddy menolak menjawab pertanyaan saya, tapi berkata: 'Ini tubuh saya dan pilihan saya,'” kenang Ranney.
Keesokan harinya, dia menemukan koleksi buku harian yang disembunyikan di koper Neddy. "Itu membuka Kotak Pandora," katanya. Yang membuatnya heran, Neddy telah menulis detail tentang berpakaian wanita.
"Saya kaget dan sempat berpikir sebentar bahwa saya akan melompat keluar jendela," kata Ranney. Dia menuntut jawaban malam itu.
Ranney pergi dari rumah dengan anak-anaknya ke rumah orangtuanya di Wisconsin tapi akhirnya kembali ke apartemen mereka di Kensington, Brooklyn, tiga bulan kemudian.
Dia menggambarkan tiga tahun berikutnya sebagai "api penyucian" saat dia menelan harga dirinya untuk menjadi ibu yang baik. Pada awal 1995, Neddy, yang telah mencukur janggutnya mulai mengembangkan payudara.
"Dia menyembunyikannya di bawah lapisan pakaian, tapi dia mengonsumsi estrogen," kata Ranney.
Neddy menerima perawatan hormon dan berencana operasi penggantian kelamin. Ia memohon pada Ranney untuk bertemu terapis dengan harapan akan mendapat dukungan.
"Saya merasa bahwa Anda telah mengkhianati saya dengan cara yang tak termaafkan. Saya tidak ingin mengubah diri saya menjadi orang yang berbeda."
Ranney mengajukan gugatan cerai menjelang operasi Neddy tahun 1996 di Stanford Medical Center di California. Mantannya memberi tahu anak laki-laki mereka, "Saya wanita sekarang" dan 'daddy' menjadi 'Dee Dee'.
Di sekolah, keingintahuan teman-teman anaknya tergugah ketika Dee Dee menurunkan mereka. “Mereka berkata: 'Oh, kamu punya dua ibu sekarang.'”
Anaknya yang berusia 11 tahun menjawab: "Tidak, itu hanya kerabat lain."
“Ada banyak proses emosional yang terjadi,” kata Ranney.
Sementara itu, putra bungsunya sering bertanya kepada pria di kantor apakah mereka mau menjadi ayahnya. “Itu menciptakan beberapa momen canggung,” kata Ranney.
Tapi Ranney yang sekarang tinggal di Lembah Hudson dengan pasangan baru belum melupakan rasa pengkhianatan itu. "Saya berhak atas sejarah saya sendiri."(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3387 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1310 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 921 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 843 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 682 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun