Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Watimpres : Eksekusi Mati, Indonesia Jangan Takut Australia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pemerintahan Presiden Jokowi diminta untuk tidak takut dengan tekanan Australia terkait eksekusi dua terpidana mati "Bali Nine", Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.
Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), KH Hasyim Muzadi mengatakan, PBNU mendukung pemerintah untuk tetap melaksanakan hukuman mati bagi pengedar narkoba.
"Tidak usah terpengaruh tekanan dari luar negeri (Australia) karena luar negeri juga melakukan hukuman mati itu, cuma belum tentu kita tahu," kata Hasyim, di Pemkab Jombang, Sabtu (21/2/2015).
Hasyim mengatakan, Indonesia sebagai negara yang berdaulat, harus konsisten terhadap penegakan hukum. "Jadi, kita kembali berpedoman kepada hukum kita sendiri. Australia saja melakukan hukuman mati itu pada satu sektor," tegasnya.
Narkoba Lebih Kejam dari Teroris
Kematian akibat narkoba dinilai jauh lebih kejam dibandingkan pembunuhan yang dilakukan oleh teroris.
Hal itu disampaikan Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), KH Hasyim Muzadi, di Pemkab Jombang, Sabtu (21/2/2015). Untuk itu, Hasyim mengatakan, PBNU mendukung pemerintahan Presiden Jokowi yang menolak grasi bagi napi pengedar narkoba.
"Kalau teroris seperti di Bali, mungkin hanya 200 orang korbannya, dan saat pelaksanaan hukuman mati Australia tidak ribut. Namun narkoba ribuan orang mati karena ini," kata Hasyim.
Hal itu menanggapi permintaan Perdana Menteri Australia Tony Abbot terkait pembatalan eksekusi dua terpidana mati "Bali Nine", Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.
Terkait pelanggaran HAM, Hasyim mengatakan, HAM di Indonesia berbeda dengan pemahaman HAM negara lain. Hasyim selaku Wantimpres mengaku sudah menyampaikan hal itu kepada Presiden Jokowi.
Menurutnya, pemerintah harus memperhatikan kepentingan bagi ribuan orang yang mati akibat narkoba. "Pembunuhan narkoba jauh lebih hebat dari teroris," pungkas mantan Ketua Umum PBNU ini.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1103 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 872 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 693 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 644 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik