Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Nengah Budiana Menyesal Membunuh Anaknya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penyesalan selalu datang terlambat. Begitulah kira-kira kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan Nengah Budiana (36), si pembunuh berdarah dingin yang merasa menyesal membunuh anak kandungnya sendiri, Putu Agus Darma Putra (7). Penyesalan itu disampaikannya ke penyidik saat memintai keterangannya di RSUP Sanglah, Jumat (16/11)
Kapolsek Kuta Utara AKP IB Mantra mengatakan, kondisi Nengah Budiana belum membaik, karena disebabkan belum sembuhnya sambungan usus di dalam perutnya. Jumat (16/11), pihak penyidik sudah meminta keterangan Nengah Budiana, namun belum valid.
Tadi penyidik sudah saya tugasi ke rumah sakit Sanglah, tapi kata anggota belum bisa. Dia sudah bisa ngomong dan mengatakan dia menyesal sambil mendekap dadanya. Tapi kalau terlalu banyak bicara, dia sakit perut,jelasnya.
Belum bisa dikoreknya keterangan Budiana, membuat polisi harus bersabar menunggu 4 hingga 5 hari lagi kesembuhannya. Jadi, sementara ini, status Nengah Budiana belum bisa dikategorikan tersangka.
Dia belum bisa dijadikan tersangka, karena belum dimintai keterangan. Kita menunggu kesembuhannya, setelah dinyatakan sehat jasmani dan rohani, barulah kita memintai keterangan,urainya.
Dilain kesempatan, selain menyita barang bukti sebilah parang, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi yang terkait pembunuhan Putu Agus Darma Putra di rumahnya di Banjar Canggu Kuta Utara. Ada 4 saksi yang sudah diperiksa, yakni, Nyoman Manis, Wayan Jati, Ni Made Sukiyani dan Ni Nyoman Kuning.
Pendalaman pemeriksaan saksi-saksi, menurut Kapolsek, sangat dibutuhkan untuk memperkuat hasil penyelidikan dan penyidikan. Jumat, penyidik memeriksa ulang saksi Ni Made Sukiyani di Polsek Kuta Utara. Ibu kandung korban ini datang sekitar pukul 12.30 Wita.
Dalam keterangannya, sebelum peristiwa sadis itu terjadi, Nengah Budiana tanggal 11 November, sempat mendatangi rumah ibunya di Jalan Mahendrata Banjar Buana Kubu, Padang Sambian Denpasar, untuk mengajak pulang anak dan istrinya. Namun karena ditolak saksi, Nengah Budiana marah dan melampiaskan dengan kata-kata ancaman. Karena takut, saksi merelakan anaknya dibawa suaminya pulang ke Banjar Canggu.
Katanya kalau anak dan istrinya tidak pulang, dia akan membunuh mereka berdua. Tapi kalau istrinya yang pulang juga akan dibunuh,ucap Kapolsek.
Akibatnya saksi takut pulang. Pembunuhan anaknya baru diketahui setelah keluarganya menghubungi via telpon. Sadar anaknya dibunuh dan suaminya mencoba bunuh diri, saksi syok dan pingsan di rumahnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1211 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 943 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 774 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 703 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik