Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Nengah Budiana Menyesal Membunuh Anaknya

Jumat, 16 November 2007, 18:13 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Penyesalan selalu datang terlambat. Begitulah kira-kira kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan Nengah Budiana (36), si pembunuh berdarah dingin yang merasa menyesal membunuh anak kandungnya sendiri, Putu Agus Darma Putra (7). Penyesalan itu disampaikannya ke penyidik saat memintai keterangannya di RSUP Sanglah, Jumat (16/11)

 


Kapolsek Kuta Utara AKP IB Mantra mengatakan, kondisi Nengah Budiana belum membaik, karena disebabkan belum sembuhnya sambungan usus di dalam perutnya. Jumat (16/11), pihak penyidik sudah meminta keterangan Nengah Budiana, namun belum valid.


Tadi penyidik sudah saya tugasi ke rumah sakit Sanglah, tapi kata anggota belum bisa. Dia sudah bisa ngomong dan mengatakan dia menyesal sambil mendekap dadanya. Tapi kalau terlalu banyak bicara, dia sakit perut,jelasnya.



Belum bisa dikoreknya keterangan Budiana, membuat polisi harus bersabar menunggu 4 hingga 5 hari lagi kesembuhannya. Jadi, sementara ini, status Nengah Budiana belum bisa dikategorikan tersangka.

Dia belum bisa dijadikan tersangka, karena belum dimintai keterangan. Kita menunggu kesembuhannya, setelah dinyatakan sehat jasmani dan rohani, barulah kita memintai keterangan,urainya.

Dilain kesempatan, selain menyita barang bukti sebilah parang, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi yang terkait pembunuhan Putu Agus Darma Putra di rumahnya di Banjar Canggu Kuta Utara. Ada 4 saksi yang sudah diperiksa, yakni, Nyoman Manis, Wayan Jati, Ni Made Sukiyani dan Ni Nyoman Kuning.

Pendalaman pemeriksaan saksi-saksi, menurut Kapolsek, sangat dibutuhkan untuk memperkuat hasil penyelidikan dan penyidikan. Jumat, penyidik memeriksa ulang saksi Ni Made Sukiyani di Polsek Kuta Utara. Ibu kandung korban ini datang sekitar pukul 12.30 Wita.

Dalam keterangannya, sebelum peristiwa sadis itu terjadi, Nengah Budiana tanggal 11 November, sempat mendatangi rumah ibunya di Jalan Mahendrata Banjar Buana Kubu, Padang Sambian Denpasar, untuk mengajak pulang anak dan istrinya. Namun karena ditolak saksi, Nengah Budiana marah dan melampiaskan dengan kata-kata ancaman. Karena takut, saksi merelakan anaknya dibawa suaminya pulang ke Banjar Canggu.

 

Katanya kalau anak dan istrinya tidak pulang, dia akan membunuh mereka berdua. Tapi kalau istrinya yang pulang juga akan dibunuh,ucap Kapolsek.
Akibatnya saksi takut pulang. Pembunuhan anaknya baru diketahui setelah keluarganya menghubungi via telpon. Sadar anaknya dibunuh dan suaminya mencoba bunuh diri, saksi syok dan pingsan di rumahnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami