Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Trump Buka Dokumen UFO, Gedung Putih Rilis Foto Misterius dari Luar Angkasa

Selasa, 12 Mei 2026, 14:03 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok cnnindonesia.com/Trump Buka Dokumen UFO, Gedung Putih Rilis Foto Misterius dari Luar Angkasa.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Pemerintahan Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah Gedung Putih merilis sejumlah dokumen, foto, dan video terkait Fenomena Anomali Tak Dikenal atau UAP (Unidentified Anomalous Phenomena), termasuk dugaan objek terbang tak dikenal (UFO).

Perilisan yang dilakukan pada Jumat (8/5/2026) itu disebut sebagai langkah baru pemerintah Amerika Serikat untuk membuka akses publik terhadap informasi fenomena ekstraterestrial yang selama ini dianggap tertutup.

Dalam keterangan resminya, Gedung Putih menyebut seluruh materi yang dipublikasikan berasal dari arsip pemerintahan Amerika Serikat dan kini dapat diakses tanpa prosedur izin khusus.

"Video, foto, dan dokumen sumber asli UAP terbaru dari seluruh pemerintahan Amerika Serikat semuanya ada di satu tempat - tanpa perlu izin," demikian pernyataan resmi Gedung Putih, dikutip Fox News.

Pemerintahan Trump juga menyinggung pemerintahan sebelumnya di bawah Joe Biden yang dinilai kurang terbuka terkait informasi fenomena luar angkasa.

Menurut Gedung Putih, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Trump untuk menghadirkan transparansi penuh kepada masyarakat Amerika.

"Yang pada akhirnya bisa menentukan sendiri pendapat mereka soal informasi yang terkandung dalam file-file ini," imbuh mereka.

Perilisan dokumen itu masuk dalam program Presidential Unsealing and Reporting System for UAP Encounters (PURSUE) yang dibentuk pemerintahan Trump.

Sejumlah foto yang dibuka ke publik memperlihatkan objek bercahaya dan bentuk tidak biasa yang terekam selama misi luar angkasa Apollo 12 Moon Mission dan Apollo 17 Moon Mission.

Salah satu gambar disebut memperlihatkan tiga titik terang di langit yang diambil dari permukaan bulan saat misi Apollo berlangsung.

Selain foto, pemerintah Amerika juga merilis transkrip percakapan antara operator Apollo 17 dan pusat komando terkait objek misterius di luar angkasa.

"Sekarang kita melihat beberapa partikel atau fragmen yang sangat terang atau sesuatu yang melayang saat kita bermanuver," kata operator kepada pusat komando.

"Roger. Mengerti," jawab petugas di pusat komando.

"Ada banyak sekali yang besar di jendela saya di bawah sana, sangat terang. Dari jendela Ron, kelihatannya seperti perayaan Hari Kemerdekaan," tambah operator lain.

"Ya. Sekarang Anda bisa melihat beberapa di antaranya dalam bentuk aslinya. Itu adalah fragmen-fragmen yang sangat bergerigi dan bersudut tajam yang berjatuhan," kata operator pertama.

Langkah ini dilakukan setelah Trump meminta Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan sejumlah lembaga federal melakukan identifikasi terhadap arsip terkait kehidupan alien, fenomena udara tak dikenal, dan objek luar angkasa misterius.

"Berdasarkan minat yang luar biasa yang ditunjukkan, saya akan mengarahkan Menteri Perang, dan Departemen serta Lembaga terkait lainnya, untuk memulai proses identifikasi dan pelepasan berkas pemerintah terkait kehidupan alien dan ekstraterestrial, fenomena udara tak dikenal (UAP), dan objek terbang tak dikenal (UFO), serta semua informasi lain yang terkait dengan hal-hal yang sangat kompleks, tetapi sangat menarik dan penting ini. TUHAN MEMBERKATI AMERIKA!" tulis Trump di TruthSocial.

Perilisan dokumen tersebut juga mendapat perhatian dari NASA yang disebut mendukung keterbukaan informasi kepada publik terkait penelitian dan fenomena luar angkasa. (sumber: cnnindonesia.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami