Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Peternak Unggas Jembrana Terima Kompensasi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Keluhan peternak unggas di Jembrana terkait dengan dana kompensasi unggas yang dimusnahkan terjawab sudah. Bupati Jembrana, Prof. Winasa yang diwakili Asisten Ekbangsos, I Ketut Windra menyerahkan dana kompensasi sebesar Rp. 170 juta lebih kepada peternak yang unggasnya dimusnahkan akibat kasus Flu Burung beberapa bulan lalu.
Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada tiga orang perbekel yakni, Perbekel Yehembang, Perbekel Pekutatan dan Perbekel Tegal Badeng Timur pada Rabu (28/11)di Ruang Rapat Lantai II, Kantor Bupati Jembrana.
Kompensasi ini diberikan kepada 10.330 ekor unggas besar dan 2.639 ekor unggas kecil dengan rincian per ekornya untuk ayam besar dihargakan Rp. 15.000,-, ayam kecil Rp. 7.500,- termasuk mentok/itik kecil per ekornya Rp. 5.000,- dan itik dewasa Rp. 10.000,-. Sehingga total dana kompensasi yang dicairkan mencapai Tp. 172.260.000,-.
Plt. Kadis Perkutut, Ir. IGN Sandjaja dalam laporannya menyebutkan, sejak terjadinya kasus flu burung di Jembrana, Pemkab telah melakukan langkah-langkah nyata berupa pengamanan penyakit, penyemprotan pada kandang pedagang unggas, termasuk melakukan vaksinasi secara terus menerus pada peternakan rakyat.
Kami telah melakukan langkah-langkah terstruktur dan terkoordinasi terkait dengan penanganan kasus flu burung ini. Hingga Oktober 2007 vaksin yang terserap mencapai 2,3 juta dosis lebih, beber Sandjaja.
Namun, menurut Sandjaja, yang perlu mendapat perhatian serius adalah lalu lintas unggas.Lalu lintas unggas merupakan salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian serius. Disinyalir masih ada oknum-oknum yang masih berusaha menyelundupkan unggas ke Bali. Ini dibuktikan pada 19 Nopember lalu, kami berhasil amankan 127 ekor ayam di Pelabuhan Gilimanuk, jelas Sandjaja.
Prof. Winasa dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Ekbangsos, menyatakan sekalipun kasus flu burung di Jembrana sudah mereda masyarakat diminta tetap waspada.
Biarpun kasus flu burung sudah berlalu, saya minta masyarakat tetap waspada. Apalagi kita akan menjadi tuan tumah KTT Global Warning yang akan berlangsung pada 3 s/d 14 Desember 2007 nanti, kata Prof. Winasa.
Lebih lanjut Prof. Winasa berpesan kepada peternak yang memperoleh dana kompensasi agar dimanfaatkan untuk usaha produktif yang mampu menambah penghasilan keluarga.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3841 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1787 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang