Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 2 Mei 2026
Okupansi Griya Santrian Tembus 80 Persen di Low Season
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tingkat hunian hotel di Griya Santrian menunjukkan tren positif di tengah tantangan industri pariwisata global.
Pada Maret 2026, hotel yang berlokasi di kawasan Sanur ini mencatatkan okupansi rata-rata sekitar 80 persen, meski berada dalam periode low season dan di tengah dinamika global akibat konflik Timur Tengah.
Resident Manager Griya Santrian, I Gusti Arta Wibawa, mengungkapkan bahwa capaian tersebut menjadi indikator kuatnya permintaan, terutama dari wisatawan mancanegara yang menjadikan Sanur sebagai destinasi utama selama berlibur di Bali.
Pencapaian ini sekaligus menegaskan bahwa kawasan Sanur masih memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan destinasi lain di Bali, khususnya bagi wisatawan yang mencari suasana tenang dan nyaman. Bahkan, tingkat hunian tertinggi tercatat pada Februari 2026 yang mencapai 82 persen.
Baca juga:
Pariwisata Bali Hadapi Tantangan, Okupansi Hotel Turun 8 Persen, Sekda Tekankan Kolaborasi
“Angka tersebut menjadi rekor terbaik sepanjang sejarah operasional hotel, terutama karena diraih pada periode low season yang biasanya identik dengan penurunan jumlah kunjungan wisatawan,” kata Arta Wibawa, saat ditemui di Griya Santrian, Rabu 29 April 2026.
Tingginya okupansi tersebut tidak lepas dari kontribusi pasar utama, yakni wisatawan asal Australia dan Eropa. Negara seperti Belanda, Jerman, dan Prancis menjadi penyumbang terbesar jumlah tamu yang menginap.
Selain itu, karakteristik tamu yang didominasi repeater guest juga memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas tingkat hunian.
"Banyak tamu yang kembali menginap setiap tahun, bahkan dalam beberapa waktu, datang lebih dari satu kali dalam setahun,” bebernya.
Ia menambahkan, kedekatan antara tamu dan staf hotel menjadi salah satu faktor penting dalam membangun loyalitas tersebut. Para tamu tidak hanya menikmati fasilitas, tetapi juga pengalaman pelayanan yang konsisten.
Di sisi lain, kondisi global turut memberikan pengaruh terhadap okupansi. Konflik di kawasan Timur Tengah, misalnya, berdampak pada meningkatnya lama tinggal tamu akibat kendala penerbangan.
“Perpanjangan masa tinggal ini turut berkontribusi terhadap peningkatan okupansi secara keseluruhan, sekaligus memberikan tambahan pada pendapatan hotel,” ucapnya.
Sanur pun dinilai tetap menjadi destinasi favorit wisatawan di Bali. Dibandingkan kawasan lain, tingkat hunian di Sanur cenderung lebih stabil dan bahkan unggul pada periode tertentu.
Dengan kombinasi pasar loyal, lokasi strategis, serta suasana khas yang ditawarkan, kawasan ini terus menarik minat wisatawan dari berbagai negara.
Ke depan, manajemen Griya Santrian optimistis tingkat hunian dapat terus dipertahankan melalui peningkatan kualitas produk dan layanan yang berkelanjutan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 208 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 144 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang