Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Kapolda Tak Mau Dituding Tukang Tilep
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kalau sebelumnya tertutup masalah pengeluaran dana pengamanan KTT UNFCCC, kali ini, Kapolda Bali Irjen Pol Drs. Paulus Purwoko MDA mulai terang-terangan.
Maklum saja, jenderal bintang dua ini tak ingin dicurigai penilep dana. Janji Kapolda untuk mengumpulkan 205 anggota dibuktikan.
Kapolda didampingi pejabat Polda Bali mengumpulkan 205 anggota di ruang rapat pimpinan untuk menjelaskan teknis pembayaran kucuran dana Rp 6 Milyar kepada anggota yang dilibatkan di bagian SO (security pengamanan melekat) dan LO (penerjemah).
Pertemuan berlangsung cukup alot, kurang lebih 1,5 jam di ruang rupatama Polda Bali. Bahkan disertai tanya-jawab. Meski lama, tapi tampaknya ratusan anggota cukup puas atas keterangan Kapolda.
Ditemui di RS Trijata, Selasa (18/12), Kapolda menerangkan, hitung-hitungan masalah pembayaran masih berjalan. Sebagian nota pembayaran hotel dan transportasi anggota belum terkumpul. Namun dari keterangan yang dijelaskan KabidKu, sisanya berkisar Rp 3 Milyar.
“Sisanya Rp 3 Milyar dan ini akan dikembalikan ke kas Negara,†ungkapnya.
Menurutnya, sejak awal Kapolda sudah melaporkan ke Kapolri Jenderal Pol Sutanto, untuk menjelaskan bahwa pembayaran anggaran harus mendapat pengawasan ketat dan tidak bisa dibiarkan karena sistemnya masih baru.
“Tidak bisa terserap semua karena ini basis kinerja yang sistemnya memang masih baru,†ucapnya.
Perkiraan Kapolda ternyata tidak meleset. Sejumlah anggota mayoritas tidak mengetahui pola penggunaan uang dan asal masuk kantong tanpa peduli teknis yang sebenarnya.
“Tapi untuk menarik pola seperti ini membuat Kapolda sebagai pimpinan dicurigai. Karena tanda-tangan dulu dan orang bisa orang bisa mempersepsikan uang bisa masuk kantong,†ulasnya.
Ditegaskan Kapolda, anggaran yang disediakan oleh Negara tidak bisa membeberkan sisa pagu. Karena seluruh anggaran pagu sudah tercatat untuk kebutuhan 205 anggota, yang rinciannya Rp. 950 ribu untuk Hotel dan Rp 500 ribu untuk sewa mobil.
Pola pembayaran ini, kata Kapolda, sebagai langkah untuk mengantisifasi anggota yang nakal dilapangan. Pasalnya, dari perkiraan, ada delegasi yang masuk seminggu hingga dua minggu, saat KTT UNFCC perubahan iklim dimulai. Padahal waktu yang disediakan hanya 21 hari.
“Pasti lebih. Bisa-bisa anggota ngarang dan mereka jadi tersangka semua. Makanya diamankan dengan pola seperti ini. Tapi nyatanya mereka belum tahu semua,†kilahnya. (Che)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7881 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5636 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3533 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2388 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan